Mau Tingkatkan Imunitas Anak Saat Pandemi? Ayo Lakukan Cara Ini

- Jumat, 23 Juli 2021 | 12:14 WIB
[Ilustrasi] Anak-anak dan remaja mengembangkan antibodi kuat usai terinfeksi Covid-19, bahkan ketika gejala mereka ringan atau tanpa gejala. Hal ini dinyatakan dalam penelitian baru yang dari Duke University School of Medicine di Durham, N.C.
[Ilustrasi] Anak-anak dan remaja mengembangkan antibodi kuat usai terinfeksi Covid-19, bahkan ketika gejala mereka ringan atau tanpa gejala. Hal ini dinyatakan dalam penelitian baru yang dari Duke University School of Medicine di Durham, N.C.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Hingga hari ini, total kasus aktif Covid-19 di Indonesia mencapai 542.236 kasus dan menjadi yang tertinggi keempat di dunia. Dari angka tersebut, 13 persen di antaranya terjadi pada anak-anak.

Walau kemungkinan sembuh dari penyakit ini sangat besar, orang tua tetap harus waspada karena terdapat efek jangka panjang yang juga bisa diderita oleh anak-anak, yang sering disebut sebagai Long Covid. Mengingat belum adanya program vaksinasi untuk anak, imunitas dan daya tahan tubuh merupakan kunci utama dalam mencegah Covid-19 pada anak. Namun, apa sebenarnya kunci utama imunitas itu sendiri?

Webinar dari Berikan Protein pada Jumat, 16 Juli 2021 lalu mengungkap fakta penting terkait peranan protein dalam membangun imunitas tubuh. Ternyata, menurut ahli gizi Chandry Ageng Thirtasary, protein merupakan bagian terbesar kedua dalam tubuh yang memiliki fungsi krusial untuk membentuk immunoglobulin (Ig) atau antibodi.

Antibodi  merupakan protein dalam darah yang membantu melindungi tubuh dari bakteri dan virus yang berbahaya, termasuk virus Sars-CoV-2 yang menyebabkan penyakit Covid-19. Itulah mengapa Kemenkes pun merekomendasikan konsumsi protein yang lebih tinggi untuk meningkatkan imunitas dalam melawan Covid-19, terlebih untuk anak-anak yang hingga kini belum bisa mendapatkan vaksin.

Namun tidak hanya untuk imunitas, webinar bertajuk “Berikan Ilmu: Why Pro for Protein? Protein untuk Imunitas dan Tumbuh Kembang Anak” juga mengemukakan fungsi protein untuk mengoperasikan berbagai organ dalam tubuh. Chandry menjelaskan bahwa protein mengandung asam amino esensial yang digunakan untuk pertumbuhan anak seperti pertumbuhan tulang, perkembangan otak, pembentukan dan perbaikan jaringan tubuh, pembentukan hormon-hormon, hingga penurunan sifat-sifat keturunan dalam bentuk gen.

“Untuk menjalankan seluruh fungsi tersebut, orang tua harus mencukupi kebutuhan protein anaknya, di antaranya melalui konsumsi susu skim, kacang kedelai, kacang merah, keju, daging sapi, ayam, dan ikan,” pungkasnya. Ia juga menambahkan bahwa berbagai jenis ikan lokal bisa menjadi pilihan tepat, seperti ikan tongkol, tengiri, dan kembung yang memiliki protein lebih tinggi daripada salmon dan ayam utuh.

Makanan-makanan tinggi protein tersebut sangat diperlukan oleh anak guna menghindari berbagai dampak buruk kekurangan protein, seperti menurunnya kemampuan tubuh untuk mensintesis protein dalam darah, sistem imun yang melemah, luka yang sulit sembuh serta rambut tipis dan mudah rapuh. Untuk itu, Chandry menyarankan anak-anak harus mendapatkan minimal 2 porsi makanan tinggi protein dalam sehari. Sementara untuk anak dengan diet vegetarian dapat mengonsumsi 4 porsi dalam sehari.

Namun, agar lebih akurat, Berikan Protein memberikan solusi untuk menghitung kebutuhan dan kecukupan protein anak dan anggota keluarga lain yaitu melalui Protein Meter. Protein Meter ini dapat diakses melalui website berikan protein http://berikanprotein.org. Dalam waktu kurang dari 5 menit, Protein Meter akan memberikan laporan mengenai kebutuhan dan kecukupan konsumsi protein harian.

Perhitungan ini berdasarkan informasi ilmiah dari Institue of Medicine (IOM) Dietary Reference Intakes (DRI), yang juga memerhatikan ketentuan dari WHO dan FAO. Para audiens dalam webinar tersebut menyambut baik Protein Meter yang dinilai sangat bermanfaat untuk membantu orang tua memastikan kebutuhan gizi anak selalu tercukupi. 

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Mengintip Selera Musik Psikopat, Apakah Sama denganmu?

Jumat, 24 September 2021 | 15:33 WIB

Sakit Dada Saat Bangun Tidur, Pertanda Penyakit Jantung?

Jumat, 24 September 2021 | 15:09 WIB

7 Penyebab Mulut Terasa Pahit, Jarang Disadari!

Jumat, 24 September 2021 | 11:06 WIB

Ramuan Herbal Diabetes, Bahannya Mudah Didapat!

Jumat, 24 September 2021 | 09:27 WIB

Beruban di Usia Muda, Apa Penyebabnya?

Jumat, 24 September 2021 | 08:43 WIB

Gejala PMS Dapat Terjadi pada Pria, Kok Bisa?

Kamis, 23 September 2021 | 16:45 WIB

Berat Badan Tak Berhasil Turun? 4 Hal Ini Penyebabnya

Kamis, 23 September 2021 | 12:47 WIB

Jangan Abaikan Migrain atau Sakit Kepala!

Kamis, 23 September 2021 | 08:30 WIB
X