Perlu Dipantau, Berapa Kadar Saturasi Oksigen Normal Pasien Covid-19?

- Jumat, 23 Juli 2021 | 08:44 WIB
[Ilustrasi] Orang yang positif Covid-19 perlu memiliki oksimetri nadi (pulse oximeter) saat menjalani masa isolasi mandiri. Saturasi oksigen perlu dipantau mengingat sebagian orang yang terkena Covid-19 berisiko mengalami hipoksia tanpa merasakan gejala sesak napas (happy hypoxia).
[Ilustrasi] Orang yang positif Covid-19 perlu memiliki oksimetri nadi (pulse oximeter) saat menjalani masa isolasi mandiri. Saturasi oksigen perlu dipantau mengingat sebagian orang yang terkena Covid-19 berisiko mengalami hipoksia tanpa merasakan gejala sesak napas (happy hypoxia).

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Orang yang positif Covid-19 perlu memiliki oksimetri nadi (pulse oximeter) saat menjalani masa isolasi mandiri. Dengan begitu, ia bisa mengukur saturasi oksigennya di rumah.

Saturasi oksigen perlu dipantau mengingat sebagian orang yang terkena Covid-19 berisiko mengalami hipoksia tanpa merasakan gejala sesak napas (happy hypoxia). Seperti dilansir WebMD, hipoksia merupakan kondisi di mana jaringan tubuh tidak mendapatkan cukup oksigen karena darah tidak membawa cukup oksigen.

Hipoksia merupakan kondisi yang berbahaya karena organ-organ penting bisa mengalami kerusakan tanpa pasokan oksigen yang cukup. Kerusakan ini bisa terjadi hanya dalam waktu satu menit setelah sesak napas muncul sebagai gejala hipoksia.

Saturasi oksigen yang normal berkisar di angka 95 hingga 100 persen. Akan tetapi, penafsiran saturasi oksigen pun akan sangat bergantung pada kondisi tiap individu.

"(Sebagai contoh) orang yang perokok mengalami penyakit paru obstruktif kronis (PPOK) mungkin 92 hingga 93 sudah di 'tempatnya' dia," ujar praktisi kesehatan Prof Dr dr Ari Fahrial Syam SpPD-KGEH MMB FACG.

Akan tetapi, saturasi oksigen di bawah 95 persen pada orang normal sudah dapat menunjukkan adanya masalah. Sedangkan, saturasi oksigen di bawah 90 persen menunjukkan adanya masalah, terlepas dari kondisi pasien seorang perokok atau bukan perokok.

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Infeksi Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) Pusat, Dr. dr. Erlina Burhan, M.Sc SpP(K) menjelaskan, saturasi oksigen 93 persen atau di bawahnya adalah batas kewaspadaan untuk segera mendapatkan suplementasi oksigen. Alih-alih mencari tabung oksigen yang sulit didapat, ia merekomendasikan untuk ke puskesmas terdekat yang merawat pasien Covid-19.

Berdasarkan pengalamannya, Erlina melihat, banyak sekali pasien dengan saturasi oksigen 93 persen begitu datang kemudian diberikan oksigen dua persen per menit saja sudah kembali di atas normal saturasinya, yakni di atas 95 persen.

"Jangan berbondong-bondong ke rumah sakit, justru dirumah sakit tidak ada tempat. Titik oksigen juga tidak cukup. Jadi cari yang terdekat dan paling dekat adalah puskesmas," ujar Erlina dalam sebuah diskusi kesehatan, beberapa waktu lalu.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Mengintip Selera Musik Psikopat, Apakah Sama denganmu?

Jumat, 24 September 2021 | 15:33 WIB

Sakit Dada Saat Bangun Tidur, Pertanda Penyakit Jantung?

Jumat, 24 September 2021 | 15:09 WIB

7 Penyebab Mulut Terasa Pahit, Jarang Disadari!

Jumat, 24 September 2021 | 11:06 WIB

Ramuan Herbal Diabetes, Bahannya Mudah Didapat!

Jumat, 24 September 2021 | 09:27 WIB

Beruban di Usia Muda, Apa Penyebabnya?

Jumat, 24 September 2021 | 08:43 WIB

Gejala PMS Dapat Terjadi pada Pria, Kok Bisa?

Kamis, 23 September 2021 | 16:45 WIB

Berat Badan Tak Berhasil Turun? 4 Hal Ini Penyebabnya

Kamis, 23 September 2021 | 12:47 WIB

Jangan Abaikan Migrain atau Sakit Kepala!

Kamis, 23 September 2021 | 08:30 WIB
X