Sudah Vaksin namun Masih Terpapar Covid-19, kok Bisa?

- Senin, 19 Juli 2021 | 21:25 WIB
Warga menjalani vaksinasi Covid-19 di Kota Bandung.
Warga menjalani vaksinasi Covid-19 di Kota Bandung.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Banyak orang rela mengantre lama, demi mendapatkan vaksinasi. Tujuannya, tentu saja, mereka tidak ingin sampai jadi pasien Covid-19 yang menderita dengan isolasi mandiri atau bahkan berujung kematian.

Akan tetapi, pada kenyatannya, menerima vaksin Covid-19 saja tidak cukup untuk menangkal virus corona. Dalam banyak kasus, orang-orang yang sudah divaksin juga masih bisa terpapar Covid-19.

Kenapa bisa terjadi seperti itu? Dewan Penelitian Medis India (ICMR) mengungkap hasil penelitian yang dilakukan untuk memahami terjadinya infeksi terobosan alias penularan Covid-19 pada orang yang telah divaksinasi.

Dari Hasil studi itu juga ditunjukkan bahwa 67 dari 677 orang yang telah divaksin memerlukan rawat inap di rumah sakit. Rasio ini cukup meresahkan. Di samping itu, ada tiga orang atau 0,4 persen meninggal karena Covid-19 meskipun telah mendapatkan vaksin.

Studi oleh ICMR ini berfokus pada karakterisasi klinis dan analisis genom kasus positif Covid-19 pada orang yang telah mendapatkan satu atau dua dosis vaksin.

Studi itu melibatkan 604 orang yang telah menerima Covishield, 71 menerima Covaxin, dan dua mendapatkan vaksin Sinopharm. Ternyata, kasus terobosan di India juga terjadi pada gelombang kedua virus corona terkait varian Delta.

Sampel dari mereka yang positif Covid-19 setelah mendapatkan vaksin dikumpulkan oleh laboratorium penelitian dan diagnostik virus (VRDLs) yang terletak di bagian Utara, Selatan, Barat, Timur, Timur Laut, dan tengah India dari 17 negara bagian dan Union Territories (UTs). Sebanyak 482 kasus (71 persen) bergejala dengan satu atau lebih gejala, sedangkan 29 persen terinfeksi Covid-19 tanpa gejala.

Demam adalah gejala paling umum yang ditemukan pada mereka yang dites positif Covid-19, diikuti oleh sakit tubuh termasuk sakit kepala dan mual, batuk, dan sakit tenggorokan. Mereka juga mengalami kehilangan penciuman dan pengecapan, diare, sesak napas, dan sebagian kecil orang mengalami iritasi mata dan kemerahan.

Studi ini mengamati bahwa wilayah Selatan, Barat, Timur, dan Barat Laut India sebagian besar melaporkan kasus terobosan terjadi karena varian Delta dan kemudian Kappa.

Selain itu, wilayah Utara dan tengah negara itu melaporkan kasus terobosan karena varian Alpha, Delta, dan Kappa. Mayoritas keseluruhan (86,09 persen) dari infeksi terobosan disebabkan oleh varian Delta. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Mengenal Fobia dan Jenis-Jenisnya

Rabu, 8 Desember 2021 | 18:04 WIB

Diabetes Pada Anak dan Berbagai Penyebabnya

Rabu, 8 Desember 2021 | 17:52 WIB

8 Penyebab Darah Rendah, Kenali Cara Mengatasinya

Rabu, 8 Desember 2021 | 17:10 WIB

12 Manfaat Vitamin B Complex untuk Kesehatan

Rabu, 8 Desember 2021 | 10:00 WIB

Cara Memperbesar Penis yang Ampuh, Dijamin Berhasil

Selasa, 7 Desember 2021 | 15:31 WIB
X