Kapan Puncak Penyebaran Varian Delta? Ini Prediksi Ahli

- Jumat, 16 Juli 2021 | 10:51 WIB
[Ilustrasi] Kini, varian Delta mendominasi banyak kasus Covid-19 di berbagai negara dan diperkirakan akan segera mendominasi kasus Covid-19 di dunia menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
[Ilustrasi] Kini, varian Delta mendominasi banyak kasus Covid-19 di berbagai negara dan diperkirakan akan segera mendominasi kasus Covid-19 di dunia menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Pandemi Covid-19 tampak mulai bisa terkendali, sebelum varian Delta muncul. Kini, varian Delta mendominasi banyak kasus Covid-19 di berbagai negara dan diperkirakan akan segera mendominasi kasus Covid-19 di dunia menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Di Amerika Serikat (AS) contohnya, Centers for Disease Control and Prevention (CDC) mengungkapkan bahwa saat ini 58 persen kasus Covid-19 di negara tersebut disebabkan oleh varian Delta. Padahal, sekitar dua pekan sebelumnya, persentase kasus Covid-19 di AS yang disebabkan oleh varian Delta baru mencapai 31 persen, dan pada Mei baru 3 persen.

Mantan pimpinan Food and Drug Administration (FDA) Scott Gottlieb MD mengatakan, perkembangan tersebut mengindikasikan bahwa varian Delta menyebar dengan sangat cepat. Gottlieb menilai penyebaran varian Delta belum akan mereda dalam waktu dekat.

Menurut prediksi Gottlieb, yang terburuk dari lonjakan kasus varian Delta belum terjadi. Penyebaran kasus Covid-19 diperkirakan akan terus memburuk, sebelum kemudian membaik.

Gottlieb juga meprediksi bahwa puncak lonjakan kasus varian Delta mungkin baru terjadi dalam waktu beberapa bulan ke depan. Di AS, Gottlieb menilai puncak lonjakan kasus varian Delta akan terjadi di sekitar penghujung September 2021.

"Sepertinya, itulah yang terjadi," jelas Gottlieb, seperti dilansir BestLife, Kamis (15/7).

Untuk mengantisipasi hal ini, Gottlieb menilai area-area dengan cakupan vaksinasi yang rendah dan mengalami peningkatan kasus Covid-19 perlu kembali mengetatkan pembatasan. Gottlieb menilai pengetatan pembatasan dan panduan kesehatan masyarakat di masa pandemi perlu disesuaikan dengan prevalensi dan risiko lokal di masing-masing wilayah, bukan dalam skala nasional.

"Ini akan menjadi epidemi yang sangat regional," ujar Gottlieb.

Di samping itu, Gottlieb juga mengatakan orang-orang yang sudah divaksinasi, khususnya yang berisiko, tetap perlu mematuhi protokol kesehatan. Beberapa contohnya adalah lansia berusia di atas 65 tahun dan individu dengan risiko masalah kesehatan yang tinggi.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

5 Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 27 November 2021 | 15:37 WIB

Sering Mengantuk Setelah Makan, Ini Penyebabnya

Kamis, 25 November 2021 | 16:21 WIB
X