Stres karena PPKM Darurat? Kelola Kesehatan Mental dengan Cara Berikut

- Rabu, 14 Juli 2021 | 22:00 WIB
Sejumlah warga berjemur di rel kereta api di kawasan Cicukang 2, Kelurahan Husein Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kamis 8 Juli 2021. Berjemur dipagi diklaim hari baik untuk meningkatkan imunitas tubuh, demi menangkal Covid-19.
Sejumlah warga berjemur di rel kereta api di kawasan Cicukang 2, Kelurahan Husein Sastranegara, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, Kamis 8 Juli 2021. Berjemur dipagi diklaim hari baik untuk meningkatkan imunitas tubuh, demi menangkal Covid-19.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM - Ancaman Covid-19 tidak hanya mengarah pada kesehatan fisik namun juga kesehatan mental.

Kondisi ini sebagaimana dijelaskan dalam jurnal Psychiatry Research yang telah  melakukan survei kepada 7.200 pria dan wanita China di saat lockdown. Hasilnya, lebih dari 18 persen mengalami kesulitan tidur, sepertiga mengalami kecemasan umum, dan dan seperlima menunjukkan tanda-tanda depresi.

Masa PPKM ini tentunya membuat masyarakat banyak diam di rumah dan tidak bisa menjalin komunikasi dan interaksi secara maksimal. Maka, potensi stres dan cemas bisa menghantui siapa saja. Stres yang berlebihan pun bisa memberikan dampak buruk terhadap performa atau kinerja kita dalam  beraktivitas maupun bekerja di rumah.

Berikut beberapa tips untuk mengelola stres selama di rumah yang berhasil Ayobandung.com rangkum dari beberapa sumber,

1. Relaksasi

Relaksasi merupakan kegiatan melemaskan otot-otot tubuh untuk mengurangi ketegangan pada tubuh (Sari & Murtini. Metode relaksasi sini paling umum dilakukan oleh pekerja sosial yang melakukan praktik konseling terhadap kliennya.

Kegiatan relaksasi ini biasanya dilakukan dengan cara mengikuti instruksi dari praktisi. Namun, hari ini sangat mudah untuk melakukan relaksasi karena sudah banyak ditemui di platform digital beberapa video audiovisual yang memandu penonton dan memberikan sugesti seolah dalam situasi yang nyaman. Selain itu, sudah banyak podcast yang menyediakan berbagai macam audio relaksasi yang bisa membuat pendengarnya menjadi lebih rileks.

2. Dialog Internal

Di saat seseorang dilanda stres, pikiran tak bisa mencerna masalah secara kognitif melainkan berdasar pada emosi negatif. Menurut Meichenbaum (1993), tak setiap orang sudah memiliki kemampuan memahami stres, namun belum bisa mengelola stres tersebut.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Sesak Napas Setelah Sembuh Covid-19, Apa Penyebabnya?

Kamis, 14 Oktober 2021 | 21:30 WIB

Waspada, Pilek Menahun Bisa Jadi Tanda 3 Penyakit Ini

Kamis, 14 Oktober 2021 | 18:31 WIB
X