Susah BAB karena Kurang Tidur, Kok Bisa?

- Senin, 28 Juni 2021 | 08:45 WIB
Kurang tidur dipercaya berpengaruh buruk pula pada masalah buang air besar (BAB) dan yang terkait pencernaan lainnya.
Kurang tidur dipercaya berpengaruh buruk pula pada masalah buang air besar (BAB) dan yang terkait pencernaan lainnya.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Kurang tidur memiliki berbagai efek buruk pada tubuh. Salah satunya, kurang tidur dipercaya berpengaruh buruk pula pada masalah buang air besar (BAB) dan yang terkait pencernaan lainnya.

Pakar kesehatan pencernaan telah lama percaya bahwa kualitas tidur dan gejala gastrointestinal (GI) seperti kembung, sembelit, dan diare berhubungan dalam beberapa hal, terutama di antara orang dengan sindrom iritasi usus besar (IBS).

Penelitian bahkan menunjukkan bahwa gangguan tidur dapat memicu serangan penyakit radang usus. Gangguan tidur dan kurang tidur juga dapat memengaruhi sistem kekebalan dan, pada gilirannya, kesehatan GI.

Tetapi masih ada beberapa ketidakpastian seputar apakah kurang tidur atau kualitas tidur yang rendah dapat dianggap sebagai penyebab langsung masalah mengeluarkan kotoran.

Kyle D.Staller, MD, MPH , instruktur di Harvard Medical School dan gastroenterologist di Massachusetts General Hospital, mengatakan kepada Health bahwa orang yang sudah mengalami IBS atau ketidaknyamanan GI lainnya mungkin sangat menyadari bahwa gejala mereka menjadi lebih buruk saat mereka tidak tidur nyenyak.

"Tidur yang buruk kemungkinan akan memperburuk masalah GI tertentu," ujarnya dikutip dari Himedik.com

Menurutnya, ada kemungkinan saat kurang tidur atau istirahat yang berkualitas, mereka akan melihat peningkatan ketidaknyamanan, diare, atau BAB yang kurang optimal di hari-hari berikutnya.

Tapi, tambahnya, ada juga kemungkinan masalah GI Anda begitu intens sehingga benar-benar mengganggu tidur Anda, sehingga membalikkan siklusnya. Bangun di tengah malam dengan kebutuhan mendesak untuk BAB pasti mengganggu tidur Anda. Meskipun sebagai catatan, itu juga kemungkinan merupakan tanda infeksi dan perlu didiskusikan dengan dokter Anda.

Dr. Staller menyarankan bahwa lebih baik menganggap tidur sebagai "kontrol volume" untuk masalah usus yang sudah ada sebelumnya daripada sebagai pemicu langsungnya.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Meniran Diklaim Bisa Jadi Obat Covid-19, Benarkah?

Selasa, 30 November 2021 | 14:31 WIB

BAB Setiap Hari Sehat? Ini Jawabannya

Selasa, 30 November 2021 | 12:15 WIB

Sakit Perut Haid, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Senin, 29 November 2021 | 21:41 WIB
X