Hati-hati Bun, Sering Menakuti Anak Berbahaya bagi Psikologisnya

- Kamis, 24 Juni 2021 | 12:22 WIB
Ilustrasi -- Balita.
Ilustrasi -- Balita.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Menakut-nakuti anak merupakan cara ampuh supaya anak menjadi penurut atau menghentikan tangisan rewelnya. Namun dibalik itu, menakuti-nakuti anak memberi efek buruk pada masa tumbuh kembangnya dikemudian hari.

Ada banyak cara untuk membuat anak lebih menurut pada perintah orang tua dibandingkan dengan menakuti dan mengancamnya.

Dilansir Ayocirebon.com dari situs Parents Mom.com, ada efek buruk yang terjadi pada psikologi anak jika sering menakuti anak. Berikut adalah efek buruk jika sering menakuti anak :

1. Memunculkan Fobia Tertentu

Efek menakut-nakuti juga bisa membuat si Kecil memiliki fobia tertentu. Misalnya, anda menakuti soal bahaya malam hari, itu bisa membuat mereka takut dengan malam. Beberapa anak takut dengan badut karena orang tua mereka menakut-nakuti anak bahwa badut akan membawa mereka pergi atau akan memakan mereka. Fobia ini dikhawatirkan akan terbawa hingga anak beranjak dewasa.

2. Membuat Kepercayaan Diri Anak Menurun

Dampak sering menakuti anak juga bisa memengaruhi rasa percaya dirinya di masa depan. Karena sering ditakut-takuti anak akan merasa bahwa hal tersebut akan mengganggu dirinya kelak. Ia akan merasa tidak dapat melalui hari ini jika tidak ditemani orang tua atau jika ia melihat apa yang ia takutkan.

3. Masalah Traumatis Serius

Salah satu dampak paling jelas, mengancam dan menakut-nakuti anak bisa menimbulkan masalah traumatis. Tentu ini berbahaya bagi masa depannya. Jika sudah trauma, anak harus disembuhkan dengan bantuan psikiater atau obat-obatan tertentu. Pada beberapa kasus di Eropa, anak diharuskan meminum obat penenang pada malam hari karena mereka merasa cemas ketika melihat kegelapan di lorong rumah atau di bawah tempat tidur.

4. Mimpi Buruk

Bagi balita, jika mereka ditakut-takuti itu akan bisa membuat mereka mudah mimpi buruk. Kondisi tersebut bisa merembet pada tidur yang gelisah, rewel, hingga susah tidur. Dalam beberapa kasus, anak-anak yang sering ditakut-takuti akan hantu atau ketakutan mereka sulit tidur dengan bantuan orang tua mereka karena merasa mimpi buruk adalah hal yang terjadi pada dunia nyata.

5. Susah Berkonsentrasi

Efek buruk sering ditakut-takuti juga bisa membuat anak sulit berkonsentrasi saat belajar, terutama pada usia 9-12 tahun. Anak akan berpikir tentang rasa takut tersebut terus-menerus, hingga mengganggu fokus dan proses belajarnya. Anak akan fokus pada hal cara melawan ketakutannya dibandingkan apa yang sedang ia kerjakan saat ini.

Nah itulah bun, beberapa masalah jika sering menakut-nakuti anak. Ada cara lain untuk membuat anak menuruti perintah kita, bisa dengan memberi dia pujian atau memberikan dia rewards. Maka dari itu, mulai dari sekarang supaya menghentikan menakuti anak.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Langkah Cerdas Mencegah Diabetes pada Milenial

Jumat, 30 September 2022 | 15:29 WIB

7 Ciri-ciri Asam Lambung Naik yang Jarang Disadari

Selasa, 6 September 2022 | 16:13 WIB
X