Cara Mengusir Stres Saat Isolasi Mandiri Covid-19

- Selasa, 22 Juni 2021 | 07:00 WIB
Ilustrasi stres.
Ilustrasi stres.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Saat menjalani isolasi mandiri, yang terpenting bagi pasien positif Covid-19 adalah penguatan sistem imun tubuh untuk melawan serangan virus.

Akan tetapi, perlu diingat juga jika isolasi mandiri dapat menyebabkan sindrom Cabin Fever (stres karena terlalu lama berada di ruang tertutup). Oleh karena itu, memanajemen stres pun menjadi suatu hal yang penting saat isoman. 

Menurut dr. Rizal Fadli, salah seorang dokter umum dari Halodoc, membenarkan soal bahaya stress bagi imun tubuh. Pada gilirannya, tubuh akan lebih sulit untuk melawan serangan virus. 

"Stres juga bisa menurunkan daya tahan tubuh terhadap serangan penyakit berupa menurunnya sel-sel yang bertugas untuk melawan penyakit dan sulit sembuh," ujar Rizal kepada pasien yang bertanya soal kaitan stres dan stamina melalui aplikasi Halodoc.

dr. Andi Marsa Nadira, seorang psikolog dari RSUI (Rumah Sakit Universitas Indonesia), pun menyarankan beberapa hal yang bisa dilakukan untuk memanajemen stress selama isolasi mandiri. Saran-saran yang diberikannya pada titik tertentu dapat memperkuat sistem imun tubuh sehingga pasien dapat lebih cepat sembuh. 

Aktivitas fisik secara rutin

Aktivitas fisik, meski mungkin akan terasa lelah pada awal membangun kebiasaan, akan memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Aktivitas fisik dapat memicu produksi hormon endorfin yang dapat menghilangkan stress dan menghilangkan nyeri pada tubuh. 

Ketimbang menghabiskan waktu dengan hiburan-hiburan dalam dunia maya, aktivitas fisik seperti olahraga kecil dapat lebih memberikan manfaat yang nyata. Pasalnya, hiburan-hiburan dunia maya memang merangsang hormon dopamin yang termasuk hormon bahagia juga, tapi sifatnya lebih berjangka pendek dan adiktif. 

Konsumsi makanan bergizi

Sama seperti aktivitas fisik, konsumsi makanan bergizi pun dapat bermanfaat untuk dua hal sekaligus, yakni badani dan rohani. Hal itu disebabkan oleh rangsangan produksi hormon serotonin yang dapat menimbulkan kestabilan mental dalam jangka waktu yang lebih panjang. 

Makanan yang dianjurkan di antara lain makanan-makanan yang kaya kandungan protein, lemak sehat, karbohidrat, vitamin, mineral, dan serat. Makanan yang kaya akan kandungan gula juga dapat merangsang produksi dopamin, tapi memiliki banyak efek samping yang kurang baik bagi tubuh. 

Memperbaiki kebiasaan buruk

Namanya kebiasaan, seringkali terasa sulit untuk diubah karena padatnya aktivitas sehari-hari. Isolasi mandiri dapat menjadi momen yang digunakan untuk membangun kembali kebiasaan baik. 

Misalnya, jika biasanya seseorang terlalu sibuk pada kesehariannya untuk membereskan rumah atau minimal kamar tidur sendiri, kebiasaan ini bisa mulai dibangun kembali. Perlu diingat, kondisi ruangan tempat tinggal dapat menjadi refleksi dari kondisi psikis seseorang. 

Lalu, untuk yang sering begadang, bisa mencoba untuk mengubah pola tidur. Pasalnya, tidur yang baik untuk kesehatan mental dan fisik adalah tidur yang tidak lebih dari pukul 11 malam. 

Membuat rutinitas sendiri

Membuat diri senyaman mungkin adalah hal yang penting selama tetap bisa produktif. Untuk diketahui, produktivitas dapat menumbuhkan rasa puas pada diri sehingga kesehatan mental pun dapat lebih terjaga. 

Rutinitas bisa dimulai dari hal-hal kecil, misalnya menulis buku harian, melakukan hobi-hobi yang jarang dilakukan karena kesibukan aktivitas, dsb. Produksi hormon serotonin yang didapatkan dari rasa puas akan aktivitas tertentu dapat menjaga kesehatan mental dan sistem imun pun akan menjadi lebih baik. 

Bijak dalam memilih informasi

Informasi yang terus terpatri pada benak seseorang akan menjadi informasi yang terus tersimpan di alam bawah sadar. Informasi itu pada kondisi tertentu dapat menyebabkan stress jika informasi yang diterima adalah informasi yang direspon secara negatif. 

Misalnya, jika seseorang terlalu sering mengonsumsi berita soal sisi teror dari Covid-19, lama-kelamaan seseorang bisa terkungkung oleh ketakutan, khususnya bagi pasien untuk kasus yang sedang aktif. Ketakutan itu pun dapat menurunkan sistem imun tubuh seseorang. 

Menjaga komunikasi

Komunikasi yang baik adalah salah satu aktivitas yang dapat memberi dampak positif bagi peningkatan sistem imun tubuh. Dampak itu akan lebih dirasakan jika seseorang menjalin komunikasi dengan orang yang memiliki arti penting dalam hidupnya. 

Luangkanlah waktu untuk berkomunikasi dengan keluarga, sahabat, kekasih, atau bahkan teman lama yang mungkin sudah lama tidak dijumpai. Dengan begitu, tekanan mental yang mungkin terjadi saat isoman dapat lebih berkurang. [*]

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Meniran Diklaim Bisa Jadi Obat Covid-19, Benarkah?

Selasa, 30 November 2021 | 14:31 WIB

BAB Setiap Hari Sehat? Ini Jawabannya

Selasa, 30 November 2021 | 12:15 WIB

Sakit Perut Haid, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Senin, 29 November 2021 | 21:41 WIB

Waspadai 5 Efek Samping Setelah Sembuh Demam Berdarah

Senin, 29 November 2021 | 18:17 WIB

7 Ciri Berat Badan Mulai Turun dan Angka Idealnya

Senin, 29 November 2021 | 15:10 WIB

5 Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 27 November 2021 | 15:37 WIB
X