Banyak Minum Kopi Berisiko Alami Glaukoma, Kenali Gejalanya!

- Senin, 14 Juni 2021 | 13:23 WIB
[Ilustrasi] Dalam studi terbaru yang diterbitkan Ophthalmology Journal, konsumsi kopi yang berlebihan bisa membawa masalah serius.
[Ilustrasi] Dalam studi terbaru yang diterbitkan Ophthalmology Journal, konsumsi kopi yang berlebihan bisa membawa masalah serius.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sudah menjadi suatu rutinitas kopi selalu ada dalam menu sarapan sebagai pengisi energi pagi hari. Banyak penelitian yang menunjukkan kopi memiliki segudang manfaat kesehatan. Namun, dalam studi terbaru yang diterbitkan Ophthalmology Journal, konsumsi kopi yang berlebihan bisa membawa masalah serius.

Menurut penelitian, asupan kopi per hari lebih dari 480 miligram kafein yang setara dengan empat cangkir kopi dapat membuat lebih dari tiga kali lipat risiko mengembangkan glaukoma bagi mereka yang secara genetik mengidap glaukoma. Gelaja lain yang bisa dilihat adalah adanya peningkatan tekanan mata.

Banyak dokter menyarankan agar orang dewasa membatasi asupan kafein harian antara tiga dan lima cangkir kopi delapan ons per hari. Jika minum kopi lebih dari takaran itu, bisa meningkatkan peluang terkena tekanan darah tinggi, detak jantung tak teratur, insomnia, atrofi otot, masalah pencernaan, dan kecemasan.

Apa itu glaukoma?

Dilansir the Ladders, Senin (14/6), glaukoma adalah kondisi saraf optik yang rusak karena adanya tekanan berlebihan pada mata. Ini disebabkan oleh asupan kopi yang berlebihan. Dalam studi terbaru, kondisi ini bisa mengarah pada kerusakan penglihatan.

Sebab, glaukoma adalah penyebab utama kedua kebutaan. Hal ini umum di Amerika Serikat dengan lebih dari 200 ribu orang baru didiagnosis setiap tahun. Selain itu, sekitar 50 persen pasien menjalani waktu yang lama tanpa terdiagnosis dengan benar.

Populasi yang paling berisiko terkena glaukoma sering kali tidak menunjukkan gejala apa pun pada awalnya. Satu-satunya cara untuk menilai risiko adalah dengan meminta seorang profesional medis menganalisis TIO atau tekanan intraocular, yakni jumlah tekanan cairan di dalam mata.

”Pasien glaukoma sering bertanya apakah mereka dapat membantu melindungi penglihatan mereka melalui perubahan gaya hidup. Namun, ini telah menjadi sesuatu yang kurang dipelajari sampai sekarang,” kata Rekan Penulis Studi Anthony Khawaja dari University College London Institute of Ophthalmology.

Anthony menyebut bagi siapa pun yang memiliki risiko genetik glaukoma bisa mulai mengubah asupan kafeinnya.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Waspada! Telapak Kaki Dingin Tanda Kolesterol Tinggi

Senin, 25 Oktober 2021 | 19:26 WIB

5 Efek Buruk Posisi Tidur Miring Kanan dan Tengkurap

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 20:56 WIB

5 Khasiat Minyak Zaitun untuk Wajah, Bikin Awet Muda!

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:22 WIB

6 Manfaat Daun Jelatang, Obat Eksim hingga Rematik

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:51 WIB

3 Minuman Penurun Berat Badan, Bisa Dibuat di Rumah!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:07 WIB

Cara Jaga Kesehatan Otak dengan 6 Kebiasaan Mudah Ini

Jumat, 22 Oktober 2021 | 09:11 WIB

Cara Mengetahui Telur Busuk, Jarang Disadari!

Kamis, 21 Oktober 2021 | 18:59 WIB
X