Masalah Jerawat Bisa Timbulkan Komplikasi Penyakit Ini

- Selasa, 8 Juni 2021 | 09:50 WIB

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Jerawat kerap kali dianggap masalah sepele oleh sebagian orang. Mungkin karena wujudnya yang kecil sehingga tampak tidak terlalu mengkhawatirkan.

Jerawat pun sudah menjadi satu masalah yang mengusik semua orang tanpa mengenal gender. Ahli dermatologi dr. Aryani Sudharmono, SpKK(K) FINS-DV, FAADV, menjelaskan, jerawat bisa mengganggu remaja hingga dewasa.

Di Jakarta Skin Center (JSC) milik Aryani, salah satu masalah yang banyak dialami pasiennya adalah masalah jerawat. Pada remaja, keluhannya adalah jerawat ringan, biasanya mulai usia sembilan tahun. Namun, sebagian besar pasien datang adalah pasien dengan jerawat berat.

Mereka yang memiliki masalah jerawat berat biasanya datang dengan komplikasi bekas jerawat. Yang paling dikhawatirkan adalah jaringan parut (scar). Di samping itu, orang berjerawat rentan mengalami gangguan psikologis, terutama marah-marah dan tidak ingin bertemu dengan orang.

Menurut Aryani, orang berjerawat kerap kali mengurangi sosialisasi. Mereka juga mengalami frustasi dan ketakutan melihat bekas dan karena jerawat tak sembuh-sembuh.

“Untuk jerawat berat dan komplikasi jaringan parut biasanya disertai gangguan psikis ringan dan berat, yang berat itu jarang karena bisa sampai upaya untuk bunuh diri,” ujarnya dalam acara konfrensi pers virtual La Roche Posay, Kamis (3 Juni 2021).

Karena itu, Aryani menyarankan sebaiknya sejak awal dokter sudah langsung menjelaskan kepada pasien bahwa jerawat adalah suatu penyakit. Sebab, banyak orang yang menganggap jerawat bukan penyakit dan hanya menganggap jerawat masalah biasa yang bisa timbul dan sembuh sendiri atau bisa sembuh dengan obat biasa.

“Jerawat adalah suatu penyakit yang ditandai dengan peradangan kronis pada kelenjar minyak atau glandula sebasea. Untuk bisa dikatakan sembuh kalau sudah tidak ada lagi jerawat diwajahnya, baik jerawat lama maupun baru,” paparnya.

Jerawat dikatakan sembuh jika sudah tak kambuh lagi

Jerawat dikatakan sembuh bila sudah tidak kambuh lagi, bahkan saat menjelang dan saat mens. Kalau jerawat lama belum hilang, itu tidak bisa dibilang sembuh meski sudah datang ke dokter dan sudah suntik serta tindakan lainnya.

Andaikan kambuh lagi atau timbul jerawat lain di tempat lain maka orang belum sembuh dari jerawat. “Itu belum sembuh, jerawat itu asalnya dari dalam tubuh glandula sebasea, dari luar seolah bersih bebas jerawat belum tentu bagian dalam kulit sudah sembuh,” ujarnya.

Menurut Aryani, diperlukan waktu dan disiplin yang baik untuk bisa terbebas dari jerawat. Di samping itu, pasien juga perlu mendapatkan obat yang baik dan benar cara pemakaiannya serta tak melewatkan jadwal kontrol, baik tiap pekan, dua pekan sekali, atau tiap bulan.

“Sulit untuk mencapai sembuh sempurna, jerawat hilang dan tidak pernah kambuh lagi," kata Aryani.

Akan tetapi, kalau pasien disiplin dan memakai semua yang dianjurkan dokter dan memakai obat dan perawatan dengan benar maka memerlukan waktu enam bulan untuk sembuh sempurna dan tidak kambuh lagi. Bahkan, saat menjelang mens pun tak akan kambuh lagi. [*]

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

5 Penyebab Osteoporosis di Usia Muda, Apa Saja?

Rabu, 26 Januari 2022 | 16:08 WIB

Gejala Omicron Paling Buruk, Kenali 10 Daftarnya

Rabu, 26 Januari 2022 | 15:43 WIB

Penyebab Serangan Jantung yang Sering Diabaikan

Selasa, 25 Januari 2022 | 17:43 WIB

Awas Ukuran Penis Mengecil, Ini Penyebabnya

Senin, 17 Januari 2022 | 18:29 WIB
X