Waspada, Efek Jangka Panjang Kurang Tidur Menakutkan!

- Sabtu, 22 Mei 2021 | 15:04 WIB
[Ilustrasi] Begadang atau kerja lembur.
[Ilustrasi] Begadang atau kerja lembur.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Masalah kurang tidur tidak hanya membuat Anda merasa lebih cepat lelah. Ada berbagai efek negatif lain yang perlu diwaspadai dari pola tidur tidak sehat.

Penelitian telah menunjukkan bahwa kurang tidur dikaitkan dengan peningkatan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes. Dalam studi baru, peneliti pun sudah menyelidiki efek kurang tidur pada kemampuan peserta untuk fokus.

Dilansir dari Medical Xpress, dalam kolaborasi dengan para peneliti di University of Sydney di Australia, peneliti menilai 23 orang dengan insomnia kronis dan 23 orang tanpa kesulitan tidur (kontrol). Mereka tinggal di laboratorium tidur semalaman dan peneliti memberi mereka tes perhatian di malam hari.

"Kami meminta peserta untuk fokus pada lingkaran huruf di tengah layar komputer. Mereka mesti menggapai surat target (X atau N) secepat dan seakurat mungkin sambil mengabaikan huruf mengganggu yang muncul di luar lingkaran," ungkap David James Robertson, Dosen Psikologi dari University of Strathclyde yang juga penulis penelitian pada The Conversation.

"Mereka yang menderita insomnia merasa lebih susah fokus pada tugas dan mengabaikan gangguan dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidur nyenyak," kata dia kemudian.

Dinukil dari Suara.com (jaringan Ayobandung.com), peneliti juga menilai apakah kurangnya fokus pada penderita insomnia mungkin disebabkan oleh penurunan efektivitas mekanisme perhatian.

Robertson mengatakan, "Untuk menguji ini, kami menggunakan tugas perhatian mapan di mana kami memanipulasi seberapa menantang tugas itu."

Penelitian telah menunjukkan bahwa saat fokus pada tugas yang gampang, otak secara otomatis akan memproses gangguan. Namun, berbeda ketika berfokus pada tugas yang sulit, semua kekuatan otak dipakai oleh tugas yang ada dan gangguan tersebut dihilangkan dari kesadaran kita.

"Kami menemukan mekanisme perhatian tampaknya bekerja sebagaimana mestinya pada mereka yang menderita insomnia. Tapi, orang-orang dengan kondisi itu menunjukkan tingkat gangguan perhatian dasar yang lebih tinggi," imbuhnya.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Meniran Diklaim Bisa Jadi Obat Covid-19, Benarkah?

Selasa, 30 November 2021 | 14:31 WIB

BAB Setiap Hari Sehat? Ini Jawabannya

Selasa, 30 November 2021 | 12:15 WIB

Sakit Perut Haid, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Senin, 29 November 2021 | 21:41 WIB
X