Hati-hati, Ini Penyakit Pascalebaran yang Mengintai

- Sabtu, 15 Mei 2021 | 07:07 WIB
Ilustrasi sakit maag.
Ilustrasi sakit maag.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM--Dibanding tahun-tahun sebelumnya, terdapat pergeseran penyakit usai Lebaran di era pandemi Covid-19 ini. Pergeseran terjadi karena sebagian besar masyarakat tidak melakukan mudik.

Oleh karenanya, faktor kelelahan karena proses mudik tidak terjadi pada sebagian besar masyarakat. Tidak ada kemacetan yang luar biasa, tidak ada orang yang berdesak-desakanan untuk berebut naik bus atau naik kereta.

"Tetapi apakah penyakit pascalebaran tidak meningkat pascaLebaran di era pandemi global Covid-19 ini?," ungkap akademisi dan praktis klinis, Ari Fahrial, sebagaimana dilansir dari Republika, Sabtu 15 Mei 2021. 

Ari mengatakan secara teori setelah puasa Ramadhan, seseorang yang berpuasa seharusnya memiliki kesehatan prima karena pada saat puasa tubuh sudah melakukan proses detoksifikasi, pengontrolan gula darah dan kolesterol. Termasuk tercapainya ketenangan jiwa yang optimal sehingga manusia yang berpuasa akan dilahirkan sebagai seorang bayi dengan kondisi yang bersih.

"Tapi faktanya banyak juga masyarakat yang mendapatkan sebaliknya setelah puasa Ramadhan berakhir, terjadi gangguan kesehatan bahkan sampai mengalami kecacatan dan kematian," ujarnya.

Kenapa hal ini bisa terjadi? Prof Ari coba mengupasnya berdasarkan pengalaman klinis sebelumnya dan tentu mengabaikan budaya mudik dan silahturahmi karena pandemi global Covid-19.

Apalagi seorang akan banyak di rumah dan tidak banyak bergerak karena tidak ada acara berkunjung selama masa pandemi global ini, makan dan mengemil menjadi kompensasi yang bisa dilakukan sebagian besar masyarakat pascapuasa Ramadhan ketika di rumah saja.

"Makanan dan minuman yang tersedia selama Lebaran ini biasanya akan lebih banyak dan bervariasi," ujar dia.

Umumnya makanan tersebut tinggi lemak, manis dan asin. Biasanya makanan yang berlemak cenderung menjadi pilihan karena bisa tahan lama dan bisa dipanaskan berulang. Budaya untuk menghadirkan makanan dan camilan yang bervariasi tampaknya akan tetap dilakukan oleh sebagian besar masyarakat.

Halaman:

Editor: Nur Khansa Ranawati

Tags

Terkini

Mimpi Basah Jarang Terjadi Setelah Menikah

Jumat, 17 September 2021 | 22:10 WIB

Tubuh Alami Hal Ini saat Nonton Film Horor

Jumat, 17 September 2021 | 14:23 WIB

Minum Air Cegah Gagal Jantung 25 Tahun Kemudian!

Jumat, 17 September 2021 | 11:05 WIB

5 Manfaat Bernyanyi untuk Kesehatan Ini

Jumat, 17 September 2021 | 10:51 WIB

Vaksin Covid-19 Sebabkan Hipoestesia, Kondisi Apa Itu?

Jumat, 17 September 2021 | 10:37 WIB

Mengumbar Kemesraan di Media Sosial Tanda Lebih Bahagia?

Kamis, 16 September 2021 | 16:55 WIB

Cara Memutihkan Gigi Alami, Bahannya Banyak di Rumah!

Kamis, 16 September 2021 | 16:30 WIB

Bela Diri untuk Wanita, 5 Teknik Ini Wajib Dikuasai!

Kamis, 16 September 2021 | 16:11 WIB

Kamu Takut Disentuh Orang Lain? Waspada Idap Fobia Ini

Kamis, 16 September 2021 | 15:53 WIB

Covid-19 Bisa Rusak Permanen Anak Muda, Apa Sebabnya?

Kamis, 16 September 2021 | 15:41 WIB

Diet Ini Atasi Disfungsi Ereksi, Pria Harus Tahu!

Kamis, 16 September 2021 | 15:19 WIB

Tanda Diabetes Semakin Parah, 5 Buah Ini Penakluknya!

Kamis, 16 September 2021 | 13:11 WIB

Batuk Ini Bisa Jadi Tanda Gejala Pneumonia, Waspada!

Kamis, 16 September 2021 | 11:32 WIB

Vaksin Tak Picu Keguguran pada Ibu Hamil

Kamis, 16 September 2021 | 10:25 WIB
X