Merasa Lebih Muda Bisa Sehatkan Otak, Kok Bisa?

- Senin, 10 Mei 2021 | 12:47 WIB
Ilustrasi--Lansia
Ilustrasi--Lansia

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Merasa lebih muda terkait dengan kesehatan mental dan fungsi kognitif yang lebih baik pada orang dewasa. Mereka juga memiliki lebih sedikit peradangan, risiko rawat inap yang lebih rendah, dan bahkan hidup lebih lama dari teman sebaya mereka yang lebih tua.

Melansir dari Medical Xpress, sebuah penelitian yang diterbitkan oleh American Psychological Association menyatakan bahwa merasa lebih muda dapat membantu orang dewasa paruh baya dan lebih tua dari efek stres yang merusak.

Dalam hal ini, para peneliti dari Jerman Gerontology menganalisis data dari 5.039 peserta dalam jangka tiga tahun.

Dikutip dari Himedik.com, para peneliti menemukan, bahwa peserta yang melaporkan lebih banyak tekanan dalam hidup mengalami penurunan yang lebih curam dalam kesehatan fungsional selama tiga tahun. Dalam hal ini, ada hubungan antara stres dan penurunan kesehatan fungsional.

Di antara orang-orang yang merasa lebih muda dari usia mereka, hubungan antara stres dan penurunan kesehatan fungsional lebih lemah. Ini menunjukkan bahwa adanya efek perlindungan paling kuat di antara para peserta tertua.

"Secara umum, kita tahu bahwa kesehatan fungsional menurun dengan menaikkan usia, tetapi kita juga tahu bahwa lintasan kesehatan fungsional terkait usia ini sangat bervariasi," kata penulis utama penulis Markus Wettstein, Ph.D., yang sekarang berada di Universitas Heidelberg.

"Temuan kami mendukung peran stres sebagai faktor risiko penurunan kesehatan fungsional, khususnya di antara individu yang lebih tua, serta peran yang mendukung kesehatan dan stres dari usia subyektif yang lebih muda," imbuhnya.

Hasilnya menunjukkan bahwa intervensi yang bertujuan untuk membantu orang merasa lebih muda dapat mengurangi kerugian yang disebabkan oleh stres dan meningkatkan kesehatan di antara orang dewasa yang lebih tua.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

X