Sering Kencing saat Batuk atau Bersin, Ini Penyebab dan Cara Mengobatinya

- Senin, 29 Maret 2021 | 15:18 WIB
Ilustrasi -- ingin buang air kecil.
Ilustrasi -- ingin buang air kecil.

BANDUNG, AYOBANDUNG.COM -- Buang air kecil atau kencing yang tak disengaja ketika batuk, bersin atau tertawa disebut sebagai stress urinary incontinence (SUI) atau stres inkontinensia urine. Dilaporkan stres inkontinensia urine yang terjadi di antara wanita menjadi 11 persen baru-baru ini.

Tapi, statistik aktual menunjukkan hasil signifikan yang lebih dari 50 hingga 60 persen. Sedangkan, hanya 11 persen populasi adalah sebagian kecil wanita yang mengunjungi dokter untuk konsultasi kondisinya.

Kebanyakan wanita tidak menyadari kalau ada perawatan medis untuk mengatasi kondisi ini. Mereka mengira bahwa kondisi ini harus diatasi sendiri.

Menurut sebuah penelitian dalam Muller Journal of Medical Science and Research, prevalensi inkontinensia urine akibat stress mencapai 54,61 persen di India.

Stres inkontinensia urin pada wanita disebabkan oleh perubahan fisik pada dasar panggul, yang dipengaruhi oleh persalinan pervaginam, persalinan dengan alat, obesitas, menopause atau sindrom ehlers-danlos (EDS).

Stres inkontinensia urine ini biasanya terjadi pada wanita setelah melahirkan. Kebanyakan wanita setelah melahirkan mengeluhkan kelemahan kandung kemih, sering buang air kecil tak disengaja ketika batuk, bersin, tertawa, melompat dan berputar-putar.

Biasanya dilansir dari Health Shots, kandung kemih dan uretra berfungsi sedemikian rupa sehingga tekanan uretra selalu melebihi tekanan kandung kemih dan mencegah buang air kecil tak disengaja. Akibat persalinan, tekanan uretra berkurang karena kerusakan otot panggul.

Selain persalinan, menopause dan diabetes bisa juga menjadi penyebabnya. Kekurangan kolagen dan elastin ketika menopause membuat uretra terganggu. Kemudian, tekanan pada perut ketika batuk, bersin atau tertawa membuat pasien tidak bisa menahan kencing.

Bahkan kondisi medis tertentu, seperti diabetes bisa memperburuk masalah kesehatan. Pasien bisa mengalami inkontinensia desakan dan stres.

Halaman:

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Cara Diet Cepat namun Tetap Makan yang Enak

Jumat, 24 Juni 2022 | 10:57 WIB

Mata Kedutan Tanda Gangguan Otak?

Kamis, 23 Juni 2022 | 18:22 WIB

Waktu Tidur Bayi, Anak-anak, Remaja, dan Dewasa

Selasa, 21 Juni 2022 | 17:31 WIB

5 Buah Enak yang Bantu Menguatkan Tulang

Selasa, 21 Juni 2022 | 14:04 WIB

Roti Enak Ini Tingkatkan Risiko Kematian

Senin, 20 Juni 2022 | 13:56 WIB
X