Anak Kecanduan Gawai, Akibat Orang Tua Anggap Enteng

- Senin, 22 Maret 2021 | 17:51 WIB
Psikiater memeriksa anak kecanduan gawai yang di dampingi orang tuanya di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (22/3/2021). Pihak RSJ Provinsi Jawa Barat menyebutkan jumlah pasien rawat jalan di Klinik Kesehatan Jiwa Provinsi Jawa Barat terhitung pada bulan Januari hingga Februari 2021 yakni sebanyak 14 pasien yang mengalami masalah kejiwaan serta lima pasien murni kecanduan gawai.
Psikiater memeriksa anak kecanduan gawai yang di dampingi orang tuanya di Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Provinsi Jawa Barat, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (22/3/2021). Pihak RSJ Provinsi Jawa Barat menyebutkan jumlah pasien rawat jalan di Klinik Kesehatan Jiwa Provinsi Jawa Barat terhitung pada bulan Januari hingga Februari 2021 yakni sebanyak 14 pasien yang mengalami masalah kejiwaan serta lima pasien murni kecanduan gawai.

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Pengamat pendidikan UIN Syarif Hidayatullah, Jejen Musfah menilai maraknya anak kecanduan gawai merupakan dampak negatif belajar dari rumah. Bermain internet tanpa kontrol orang tua membuat anak-anak tidak melakukan hal lain selain bermain dengan gawai mereka.

Menurut Jejen, orang tua harus fokus membuat kegiatan yang menyenangkan untuk anak. Pembatasan gawai harus dilakukan, namun di satu sisi perlu mengajak anak untuk bermain dan berolahraga mengisi waktu luang mereka.

"Orang tua perlu membatasi penggunaan gawai, caranya sediakan internet pada jam tertentu saja. Batasi HP, dan mengajak anak olahraga atau bermain bersama," kata Jejen, dinukil dari Republika.co.id, Senin (22/3./2021).

Pengamat pendidikan dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, Itje Chodidjah menilai fenomena kecanduan gawai pada anak memang mengkhawatirkan. Menurutnya, hal ini terjadi karena orang tua kebanyakan menganggap enteng permasalahan gawai.

"Kebanyakan kecanduannya karena main gim. Sebagian besar orang tua menganggap sebagai mainan yang membuat anak-anak anteng atau tidak mengganggu kesibukan orang tuanya," kata Itje.

Itje berpendapat, melarang anak secara langsung ketika mereka terlalu sibuk bermain gim tidak akan mempan. Oleh karena itu, orang tua harus bisa mengalihkan perhatian anak-anak pada kegiatan lain yang menyenangkan dan melibatkan interaksi dengan orang lain.

Selain itu, ia menyarankan agar RT/RW setempat mengontrol tempat bermain gim atau warnet di kampung. Sebab, sering kali tempat tersebut tidak memberikan batas waktu  anak-anak untuk bermain gim.

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Mengintip Selera Musik Psikopat, Apakah Sama denganmu?

Jumat, 24 September 2021 | 15:33 WIB

Sakit Dada Saat Bangun Tidur, Pertanda Penyakit Jantung?

Jumat, 24 September 2021 | 15:09 WIB

7 Penyebab Mulut Terasa Pahit, Jarang Disadari!

Jumat, 24 September 2021 | 11:06 WIB

Ramuan Herbal Diabetes, Bahannya Mudah Didapat!

Jumat, 24 September 2021 | 09:27 WIB

Beruban di Usia Muda, Apa Penyebabnya?

Jumat, 24 September 2021 | 08:43 WIB

Gejala PMS Dapat Terjadi pada Pria, Kok Bisa?

Kamis, 23 September 2021 | 16:45 WIB

Berat Badan Tak Berhasil Turun? 4 Hal Ini Penyebabnya

Kamis, 23 September 2021 | 12:47 WIB

Jangan Abaikan Migrain atau Sakit Kepala!

Kamis, 23 September 2021 | 08:30 WIB
X