Tip Parenting yang Baik Ketika Pandemi, Sesuai Jenjang Umur Anak

- Kamis, 20 Agustus 2020 | 05:55 WIB
Wabah pandemi berdampak pada kesehatan mental mayoritas orang, tidak terkecuali anak-anak. Reaksi anak terhadap keadaan darurat saat ini berbeda-beda, sesuai jenjang umur dan peran orang-orang terdekat mereka.
Wabah pandemi berdampak pada kesehatan mental mayoritas orang, tidak terkecuali anak-anak. Reaksi anak terhadap keadaan darurat saat ini berbeda-beda, sesuai jenjang umur dan peran orang-orang terdekat mereka.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Ketidakpastian, kebingungan, ketakutan, mungkin dirasakan mayoritas orang di seluruh dunia selama pandemi. Lantas, bagaimana nasib anak-anak? Apa efek jangka panjang Covid-19 pada mereka, dan bagaimana anak-anak bisa bertahan di tengah keadaan darurat?

Menurut para ahli, anak-anak cenderung tangguh dan siap untuk mengatasi situasi seperti sekarang. Namun berbeda kasusnya dengan anak-anak yang telah mengalami kesulitan, terutama masalah kesehatan mental.

Anak-anak tersebut bisa memiliki risiko tertentu. Kesehatan mental Anda juga sama pentingnya karena akan berpengaruh besar pada cara anak melihat apa yang terjadi. Jadi jangan lupa untuk memenuhi kebutuhan mental Anda dengan mencari bantuan dari teman, dokter umum, terapis.

Reaksi setiap anak, dengan jenjang umur tertentu, terhadap pandemi itu berbeda-beda. Berikut panduan tahap demi tahap mengendalikan kesehatan mental anak, dilansir dari The Guardian.

Bayi, balita, dan anak prasekolah

Saat ini Anda mungkin sedang bersama keluarga, terlebih jika Anda memiliki bayi atau balita, Anda akan membatasi waktu kunjung keluarga atau teman dari luar rumah Anda untuk minimalisasi penyebaran virus di dalam rumah.

Bisa jadi Anda mungkin khawatir dengan ketidakmampuan bersosialisasi bayi Anda, tetapi menurut psikolog klinis konsultan Emma Citron, hal itu tidak akan menimbulkan masalah.

“Sangat penting bagi bayi untuk melakukan kontak dengan orang, tetapi tidak masalah jika mereka tidak memiliki kontak dengan bayi lain. Secara perkembangan dan emosional, itu tidak akan merugikan mereka. Namun, yang merusak kesehatan psikologis mereka adalah orang tua mereka sedang stres dan tertekan,” katanya.

Hal yang sama berlaku untuk balita dan anak prasekolah. Emma menambahkan, sebagian besar anak yang masih sangat kecil akan baik-baik saja. Mereka kemungkinan tidak mengingat memori saat ini ketika mereka tua. Mereka hidup di masa sekarang, sehingga mereka dapat beradaptasi dengan mudah.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Meniran Diklaim Bisa Jadi Obat Covid-19, Benarkah?

Selasa, 30 November 2021 | 14:31 WIB

BAB Setiap Hari Sehat? Ini Jawabannya

Selasa, 30 November 2021 | 12:15 WIB

Sakit Perut Haid, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Senin, 29 November 2021 | 21:41 WIB

Waspadai 5 Efek Samping Setelah Sembuh Demam Berdarah

Senin, 29 November 2021 | 18:17 WIB

7 Ciri Berat Badan Mulai Turun dan Angka Idealnya

Senin, 29 November 2021 | 15:10 WIB

5 Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 27 November 2021 | 15:37 WIB
X