Sebagian Pasien Covid-19 Alami Kerontokan Rambut Setelah Sembuh

- Selasa, 4 Agustus 2020 | 10:18 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Sebagian pasien Covid-19 dilaporkan mengalami rambut rontok setelah sembuh. Salah satu pasien Covid-19 yang mengalami masalah tersebut adalah Theresa Cabrera.

Dia telah dirawat selama satu bulan di rumah sakit karena mengalami gejala Covid-19 yang berat. Setelah membaik dan diperbolehkan pulang ke rumah, hal pertama yang Cabrera lakukan adalah mandi. Di saat itulah Cabrera menyadari bahwa rambutnya berjatuhan.

"Rambut-rambut itu rontok di tangan saya dan itu masih terjadi (sekarang)," ujar perempuan berusia 54 tahun tersebut, seperti dilansir Today.

Cabrera merasa panik saat menyadari rambutnya mengalami kerontokan yang cukup hebat. Akibat kerontokan ini, ketebalan rambut Cabrera hanya bersisa kurang dari seperempat dibandingkan kondisi sebelumnya.

Sebuah survei yang dilakukan oleh grup Survivor Corp Facebook menemukan bahwa masalah rambut rontok dialami oleh cukup banyak penyintas Covid-19. Survei yang dilakukan pada lebih dari 1.500 orang ini menemukan bahwa sekitar 27 persen pasien yang sembuh dari Covid-19 mengalami rambut rontok.

Para dokter mengatakan, kondisi rambut rontok yang dialami oleh penyintas Covid-19 dikenal sebagai telogen effluvium. Ini merupakan sebuah kondisi sementara di mana seseorang mengalami kerontokan rambut berlebih setelah mengalami sakit, operasi, demam tinggi, kejadian penuh tekanan, penurunan berat badan ekstrem, atau melahirkan.

"Bila Anda sembuh dari Covid-19 dan kemudian tiba-tiba rambut Anda mulai rontok, itu bisa menjadi hal yang sangat menyedihkan secara emosional," ujar Direktur Global Health Dermatology di Massachusetts General Hospital Dr Esther Freeman.

Akan tetapi, belakangan ini dokter banyak menjumpai kondisi telogen effluvium pada sebagian orang, terlepas dari status Covid-19 mereka. Rasa stres akibat pandemi Covid-19 juga bisa membuat orang-orang yang tak terkena Covid-19 mengalami telogen effluvium.

Hal ini pula yang dirasakan oleh ahli rambut rontok dari The Derm Group Dr Marc Glashofer. Dalam praktik sehari-hari, Glashofer menemukan adanya peningkatan kasus telogen effluvium.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Waspada! Telapak Kaki Dingin Tanda Kolesterol Tinggi

Senin, 25 Oktober 2021 | 19:26 WIB

5 Efek Buruk Posisi Tidur Miring Kanan dan Tengkurap

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 20:56 WIB

5 Khasiat Minyak Zaitun untuk Wajah, Bikin Awet Muda!

Sabtu, 23 Oktober 2021 | 14:22 WIB

6 Manfaat Daun Jelatang, Obat Eksim hingga Rematik

Jumat, 22 Oktober 2021 | 16:51 WIB

3 Minuman Penurun Berat Badan, Bisa Dibuat di Rumah!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 14:07 WIB

Cara Jaga Kesehatan Otak dengan 6 Kebiasaan Mudah Ini

Jumat, 22 Oktober 2021 | 09:11 WIB

Cara Mengetahui Telur Busuk, Jarang Disadari!

Kamis, 21 Oktober 2021 | 18:59 WIB
X