Konsumsi Madu Bisa Kurangi Gejala Asma

- Rabu, 22 Juli 2020 | 05:45 WIB
Mengonsumsi madu dapat mengurangi gejala asma seperti batuk.
Mengonsumsi madu dapat mengurangi gejala asma seperti batuk.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM —Madu memiliki beberapa manfaat bagi penderita asma karena efektif mengendalikan batuk. Madu meningkatkan produksi air liur. Saat air liur melumasi saluran udara dan mengurangi iritasi di tenggorokan, batuk dapat berkurang.

Madu juga memiliki sifat antiinflamasi dan dapat mengurangi pembengkakan saluran udara yang menyertai asma. Dilansir dari Medical News Today, Selasa (21/7/2020), Departemen Kesehatan dari University of California, Los Angeles merekomendasikan agar orang dewasa minum 2 sendok teh madu sebelum tidur untuk mengurangi batuk.

Penelitian yang paling relevan telah menguji efektivitas madu sebagai penekan batuk. Penting untuk dicatat, banyak penelitian mengeksplorasi efek madu pada infeksi saluran pernapasan atas, bukan asma, meskipun kedua kondisi tersebut dapat memiliki gejala yang sama.

Sebuah studi dari tahun 2012 berjudul “Effect of Honey on Nocturnal Cough and Sleep Quality: A Double-blind, Randomized, Placebo-Controlled Study”, ditulis oleh Henmar Anver Cohen dan kawan-kawan membuktikannya. Penelitian melibatkan 300 anak berusia 1-5 tahun dengan infeksi saluran pernapasan atas. Beberapa anak diberi madu jeruk, madu kayu putih, atau madu labiatae. Sementara yang lainnya diberi plasebo.

Anak-anak yang mengonsumsi madu berkurang batuknya saat malam hari. Hal ini menghasilkan peningkatan kualitas tidur bagi mereka.

Ketika membandingkan efektivitas madu dan cough suppresants (penekan batuk), peneliti menemukan bahwa madu sama efektif atau sedikit lebih efektif daripada diphenhydramine atau dekstrometorfan. Dua bahan itu umum digunakan untuk menekan batuk. Madu juga lebih mampu mengobati batuk daripada tidak diobati sama sekali.

Nurfatin A. Kamaruzaman dan kawan-kawan, melakukan penelitian pada hewan “Inhalation of honey reduces airway inflammation and histopathological changes in a rabbit model of ovalbumin-induced chronic asthma” tahun 2014 lalu. Mereka menguji apakah madu yang dihirup dapat mengurangi gejala asma. Hasil menunjukkan bahwa madu efektif. Namun, penelitian tambahan diperlukan pada manusia.

Risiko yang Dihadapi

Walaupun mengonsumsi 1 atau 2 sendok teh madu biasanya aman bagi kebanyakan orang, ada beberapa pengecualian. Melansir Healthline, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), bayi di bawah usia 1 tidak boleh diberi madu, karena risiko botulisme, jenis keracunan langka yang disebabkan bakteri Clostridium botulinum.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Ciri atau Tanda Pria dan Wanita Selingkuh

Rabu, 18 Mei 2022 | 12:06 WIB

Makan Malam, Menaikkan Berat Badan atau Tidak?

Selasa, 17 Mei 2022 | 16:18 WIB

5 Cara Menghilangkan Batuk dalam Sekejap

Senin, 16 Mei 2022 | 23:43 WIB
X