Jaga Jarak 2 Meter Dinilai Kurang Aman untuk Hindari Covid-19

- Minggu, 31 Mei 2020 | 05:00 WIB
Ilustrasi. (Pixabay)
Ilustrasi. (Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM -- Imbauan menjaga jarak minimal 2 meter dengan orang lain banyak digaungkan untuk memperlambat penyebaran virus corona melalui droplet.

Namun, tiga orang ahli memperingatkan bahwa jarak 2 meter mungkin tidak cukup aman. Mereka mengatakan bahwa dunia perlu menganggap lebih serius penularan virus melalui udara.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan dalam jurnal Science, para ahli menyerukan 'pengujian yang luas dan teratur' untuk menemukan kasus tanpa gejala, dan mereka menunjuk ke tempat-tempat ketika pemakaian masker sudah umum dilakukan dan virus telah berhasil dikendalikan, seperti Singapura, Hong Kong, dan Taiwan.

Panduan dari WHO saja mungkin tidak cukup untuk semua situasi, demikian para ahli menyebutkan, seperti dikutip dari CNN, Jumat (29/5/2020).

"Bukti menunjukkan bahwa virus corona diam-diam menyebar di aerosol yang diembuskan oleh orang yang terinfeksi dan ini sangat menular ke orang tanpa gejala," tulis Chia Wang dari National Sun Yat-sen University di Taiwan, serta Kimberly Prather dan Dr Robert Schooley dari University of California, San Diego.

"Semakin banyak bukti bahwa rekomendasi WHO untuk menjaga jarak 2 meter kemungkinan tidak cukup dalam banyak kondisi di dalam ruangan, di mana aerosol dapat tetap di udara selama berjam-jam, menumpuk dari waktu ke waktu, dan mengikuti aliran udara pada jarak lebih jauh dari 2 meter," kata mereka.

Ketiga ahli ini, yang merupakan spesialis dalam kimia dan penyakit menular, mengatakan aerosol dari bernapas dan berbicara dapat menumpuk, tetap menular di udara dalam ruangan selama berjam-jam, dan mudah terhirup dalam-dalam ke paru-paru. Itu membuat pemakaian masker semakin penting, bahkan ketika orang sudah menjaga jarak.

Lebih lanjut, CDC atau Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS berfokus pada apa yang disebut droplet dari pernapasan yang dihasilkan ketika seseorang batuk atau bersin.

Tetesan tidak berlama-lama di udara, tetapi CDC mengatakan mereka droplet tersebut dapat mendarat di mulut atau hidung orang-orang yang berada di dekatnya atau mungkin terhirup ke paru-paru.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Sakit Perut Haid, Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya!

Senin, 29 November 2021 | 21:41 WIB

Waspadai 5 Efek Samping Setelah Sembuh Demam Berdarah

Senin, 29 November 2021 | 18:17 WIB

7 Ciri Berat Badan Mulai Turun dan Angka Idealnya

Senin, 29 November 2021 | 15:10 WIB

5 Penyebab Rambut Rontok dan Cara Mengatasinya

Sabtu, 27 November 2021 | 15:37 WIB
X