Waktu dan Porsi Makan Berpengaruh terhadap Kesehatan

- Selasa, 3 September 2019 | 14:30 WIB
Ilustrasi makan. (StockSnap/Pixabay)
Ilustrasi makan. (StockSnap/Pixabay)

JAKARTA, AYOBANDUNG.COM—Dalam ilmu medis pada masa Kesultanan Ottoman, makanan dan pola konsumsi penting. Manuskrip medis dari masa itu bahkan menulis terkait href="https://www.ayobandung.com/tag/waktu">waktu dan jumlah makan yang tepat.

Prof Nil Sari dalam karyanya berjudul Food as Medicine in Muslim Civilization, menulis, terlambat makan dan makan secara berlebihan adalah dua hal yang berbahaya bagi href="https://www.ayobandung.com/tag/-kesehatan"> kesehatan.

AYO BACA : 4 Cara Mengecilkan Perut Buncit

Seseorang, kata dia, sebaiknya makan saat sudah merasa lapar, bukan malah menunda hingga sangat lapar.

"Jika nafsu makan tidak terpenuhi maka perut akan menjadi kacau dan akan dipenuhi dengan cairan yang tidak sehat," ucapnya dikutip dari laman muslimheritage.com, Selasa (3/9/2019).

AYO BACA : 7 Makanan Penurun Gula Darah

Nil melanjutkan, ketika nafsu makan itu muncul, seseorang sebaiknya menyegerakan makan. Setelah itu, seseorang sebaiknya berhenti makan sebelum kenyang. Makan berlebihan hanya akan menyulitkan pencernaan bekerja.

"Makan secara berlebihan sangat berbahaya, bahkan bisa mengakibatkan kematian karena macetnya proses pencernaan," tutur Nil berdasarkan manuskrip medis dari Kesultanan Ottonom.

Sementara itu, untuk jadwal makan, ujar Nil, seseorang sebaiknya makan sebanyak tiga kali dalam dua hari, yakni makan pagi dan sore pada hari pertama. Lalu, pada hari kedua hanya makan siang.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Ciri atau Tanda Pria dan Wanita Selingkuh

Rabu, 18 Mei 2022 | 12:06 WIB

Makan Malam, Menaikkan Berat Badan atau Tidak?

Selasa, 17 Mei 2022 | 16:18 WIB

5 Cara Menghilangkan Batuk dalam Sekejap

Senin, 16 Mei 2022 | 23:43 WIB
X