3.000 Wisatawan Timur Tengah Tinggalkan Puncak Bogor

- Jumat, 6 Agustus 2021 | 10:31 WIB
Lantaran pandemi Covid-19, ribuan wisatawan Timur-Tengah tinggalkan Puncak Kabupaten Bogor.
Lantaran pandemi Covid-19, ribuan wisatawan Timur-Tengah tinggalkan Puncak Kabupaten Bogor.

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Puncak Cisarua Bogor mencatat, selama pemberlakuan PPKM Darurat dan PPKM Level 4 di Kabupaten Bogor, kunjungan wisatawan ke daerah Puncak Kabupaten Bogor 0%.

Ketua Pokdarwis Puncak Cisarua Bogor Teguh Mulyana mengatakan, sebelum pandemi Covid-19 rata-rata kunjungan wisatawan ke wilayah Puncak Kabupaten Bogor sebanyak 1000 wisatawan dalam satu bulan. 

"Kalau sebelum pandemi, paling sedikit dalam satu bulan itu ada 1000 wisatawan yang datang ke Puncak. Tapi kalau sekarang boro-boro, yang ada sepi," katanya, Jumat, 6 Agustus 2021.

Selain wisatawan lokal, Puncak Kabupaten Bogor juga terkenal dengan kunjungan wisatawan dari Timur-Tengah. Bahkan dalam satu tahun, ada sekitar 3000 lebih wisatawan asal Timur Tengah yang datang untuk berlibur ke Puncak Kabupaten Bogor. 

Namun kini, selama pandemi Covid-19 tak ada satupun wisatawan Timur-Tengah yang datang untuk berlibur ke Puncak Kabupaten Bogor.

Tak adanya kunjungan wisatawan dari Timur Tengah, membuat 32 travel khusus tamu Timur Tengah alami kesulitan keuangan. Bahkan, travel-travel tersebut terpaksa mengistirahatkan karyawannya. Alhasil banyak pegawai travel beralih profesi menjadi pedagang asongan di pinggir jalan.

"Mau bagaimana lagi atuh. Karena mereka tidak ada kerjaan, tidak ada wisatawan, akhirnya mereka jadi pedagang asongan dan pedagang keliling," ujarnya.

Dirinya berharap kondisi seperti ini bisa segera berlalu. Ia juga ingin agar pemerintah tidak lagi memperpanjang PPKM Level 4. Pihaknya mengaku tidak akan berharap banyak pada bantuan dari pemerintah. Mereka hanya ingin diberikan ruang oleh pemerintah untuk kembali mencari nafkah.

"Sebenarnya kami tidak terlalu butuh bantuan. Kami hanya ingin bebas mencari nafkah itu saja. Karena bagi kami, bantuan bisa habis. Yang paling penting adalah bagaimana caranya kami bisa mencari nafkah seperti sediakala. Jadi kami mohon PPKM ini jangan diperpanjang lagi," tutupnya. 

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

UID-Gajah Tunggal Teruskan Sentra Vaksinasi di Karawang

Kamis, 23 September 2021 | 13:09 WIB

22 Persen Pengguna Narkoba Cianjur Didominasi Pelajar

Rabu, 22 September 2021 | 21:24 WIB

Bupati Yakin Cianjur Sudah Layak PPKM Level 1

Rabu, 22 September 2021 | 18:06 WIB

Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Empat Orang Tewas

Rabu, 22 September 2021 | 11:40 WIB
X