Ratusan Pedagang di Puncak Bogor Kibarkan Bendera Putih

- Kamis, 5 Agustus 2021 | 14:21 WIB
Ilustrasi -- Petugas keamanan memasang bendera putih di Kanaya Food Court, Jalan Cikutera, Kota Bandung, Kamis, 29 Juli 2021. Pengibaran bendera putih merupakan bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tak acuh kepada nasib para pengusaha kafe dan restoran, yang hancur lebur sebagai dampak PPKM. Pengelola berharap, Pemkot Bandung mengizinkan para pelaku usaha kafe dan restoran buka dengan minimal 30 persen dari kapasitas.
Ilustrasi -- Petugas keamanan memasang bendera putih di Kanaya Food Court, Jalan Cikutera, Kota Bandung, Kamis, 29 Juli 2021. Pengibaran bendera putih merupakan bentuk protes terhadap kebijakan pemerintah yang dinilai tak acuh kepada nasib para pengusaha kafe dan restoran, yang hancur lebur sebagai dampak PPKM. Pengelola berharap, Pemkot Bandung mengizinkan para pelaku usaha kafe dan restoran buka dengan minimal 30 persen dari kapasitas.

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Ratusan pedagang kaki lima di kawasan Puncak, Kabupaten Bogor, memasang bendera putih di lapaknya masing-masing.

Pemasangan bendera putih tersebut dilakukan sebagai bentuk protes para pedagang kaki lima kepada pemerintah, atas perpanjangan PPKM Level 4 yang kembali diberlakukan pemerintah.

Hammid salah satu pedagang nasi uduk di Jalan Raya Puncak, KM 85,5, Desa Tugu Utara, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor mengaku, pemasangan bendera putih tersebut dilakukannya sebagai bentuk pesan kepada pemerintah.

Sebab, selama pemberlakuan PPKM Level 4, penghasilannya merosot tajam dan selalu sepi pengunjung.

"Ini adalah simbol pesan dari kami para pedagang untuk pemerintah, agar lebih memperhatikan nasib rakyat kecil," katanya kepada Ayobogor.com Kamis 5 Agustus 2021.

Menurutnya, sejak diberlakukannya PPKM di Bogor, ia bersama keluarga mengaku sangat kesulitan. Sebab, penghasilan hariannya turun derastis hingga 70% lebih.

"Anjlok banget bang. Buat makan aja susah. Paling besar pendapatan saya itu dalam satu hari cuma Rp100 ribu. Belum buat belanja bahan belum buat makan sehari-hari. Pokoknya serba sulit," keluhnya.

Hammid yang sudah berjualan belasan tahun di kawasan Puncak Bogor mengaku tak ingin terlalu banyak berharap kepada bantuan dari pemerintah. Ia hanya ingin, pendapatan hariannya kembali normal seperti sediakala.

"Kalau bansos dari pemerintah paling hanya cukup buat satu Minggu. Terus nanti sisanya kami bagaimana. Yang saya ingin pemerintah ikut memikirkan nasib kami sebagai rakyat," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Susur Sungai, Belasan Siswa MTs Tewas Terbawa Arus

Jumat, 15 Oktober 2021 | 22:01 WIB

Pencuri Helm Berkeliaran di Kompleks Pemkab Cianjur

Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:40 WIB

Waduh, Pasangan Nikah Siri Didominasi Orang Kota

Rabu, 13 Oktober 2021 | 22:05 WIB

Bunga Bangkai Raksasa Tumbuh di Kebun Raya Cibodas

Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:26 WIB
X