Ini Ciri-Ciri  Dua Perampok Bensenjata Api di Bungursari Kota Tasik

- Minggu, 1 Agustus 2021 | 13:25 WIB
Polisi melakukan olah TKP perampkan bersenjata api di sebuah rumah di Kampung Cihurip, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jumat, 30 Juli 2021.
Polisi melakukan olah TKP perampkan bersenjata api di sebuah rumah di Kampung Cihurip, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jumat, 30 Juli 2021.

BUNGURSARI, AYOBANDUNG.COM — Aksi perampokan bersenjata api kala siang hari menghebohkan warga Kota Tasikmalaya. 

Para pelaku yang berjumlah 2 orang memasuki sebuah rumah di Kampung Cihurip, Kelurahan Sukarindik, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, Jumat, 30 Juli 2021.

Modus para pelaku yakni seolah-olah sebagai aparat berwenang yang sedang mencari buronan kasus narkoba. Pelaku mendobrak pintu rumah dan menuduh korban sebagai buronan yang dicarinya. Korban pun disekap di dalam kamar mandi sehingga para pelaku dengan leluasa menggasak barang berharga milik korban.

"Ada 2 pelaku yang masuk. Satu orang bawa senjata api," ujar korban, Fahmi Abdi Rahman Rahmatullah, Minggu, 1 Agustus 2021.

Fahmi menutukan, para pelaku masuk ke dalam rumanya tanpa menggunakan penutup wajah atau sebo. Bahkan pelaku pun tidak mengenakan masker sehingga dirinya bisa sangat jelas melihat ke 2 wajah para pelaku.

Pelaku yang mendobrak pintu dan pertama masuk berbadan tinggi gendut, kepala botak, kerkumis tipis, terdapat keriput di wajah, memakai kaos hitam 3/4, memakai celana panjang, memakai sepatu jenggel, tinggi sekira 170cm, dan usianya sekira 40 tahunan.

Sementara satu pelaku lainnya memiliki ciri tubuh pendek berisi dengan tinggi sekira 160 cm, memakai kupluk, usia sekitar 30 tahun, dan membawa senjata api jenis pistol.

"Kalau logat bicaranya saya gak begitu tahu karena menggunakan bahasa Indonesia," ucapnya.

Ia mengaku ketakutan saat salah seorang pelaku menodongnya dengan senjata api. Ia kemudian diseret ke belakang dan disekap di kamar mandi.

"Saya disuruh masuk ke WC sambil ditodong sama pistol," kata dia.

Fahmi menambahkan, dirinya baru keluar dari kamar mandi setelah tidak mendengar suara di dalam rumah. Dirinya memberanikan diri keluar setelah melihat situasi rumah dalam keadaan sepi.

"Saya di WC sekitar 30 menitan. Saya lihat rumah sudah berantakan. Hp, laptop, dan uang tunai Rp170 ribu, yang ada di dompet sudah hilang," tambah dia. [*]

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

X