Peti Mati dari Cianjur Banyak Diincar Pesanan Luar Kota

- Selasa, 27 Juli 2021 | 18:05 WIB
Pembuat peti mati ini merupakan warga Kampung Bakom, Desa Murnisari, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, yang saat ini sedang kebanjiran orderan dari luar kota.
Pembuat peti mati ini merupakan warga Kampung Bakom, Desa Murnisari, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, yang saat ini sedang kebanjiran orderan dari luar kota.

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM — Kualitas peti mati asal Cianjur saat ini sedang bagus. Klaim ini terbukti dari banyaknya yang diincar rumah sakit atau yayasan dari luar kota.

Selain keunggulan dari segi kualitas, juga harganya sesuai standar pasaran.

Pembuat peti mati ini merupakan warga Kampung Bakom, Desa Murnisari, Kecamatan Mande, Kabupaten Cianjur, yang saat ini sedang kebanjiran orderan dari luar kota.

Berkat benyaknya orderan, produsen hingga berani menolak permintaan dari luar kota. Menunjukan jika popularitas peti mati asal Kampung Bakom ini memang sedang naik daun.

Begitupun harganya masih ramah. Tidak dipungkiri, banyak yang memanfaatkan pandemi Covid-19 untuk menaikan harga. Karena seperti hukum pasar, saat permintaan banyak dan barang sedikit, maka harga akan naik.

“Kita tidak naikin harga memanfaatkan pandemi Covid 19, harganya tetap sama seperti sebelumnya kita jual,” tutur Nanang Sudrajat (48) pembuat peti mati pada wartawan, Selasa 27 Juli 2021.

Nanang pun membenarkan, jika saat ini pihaknya sedang kebanjiran orderan. Sebelumnya, produksi peti mati ini diperuntukkan bagi beberapa yayasan yang sudah biasa memesan sebelum pandemi Covid-19.

Lantas, peningkatan pesanan terjadi saat pandemi Covid-19 melanda Indonesia. Sejumlah yayasan maupun rumah sakit yang sebelumnya tidak berlangganan mulai memesan peti mati produk asli warga Kampung Bakom.

“Mulai banyak oredran, tapi terpaksa kami tolak dengan halus, karena tidak mungkin bisa memenuhi target waktu yang mereka minta,” tandasnya. [*]

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Pemerintah Pusat Didorong Segera Bangun Jalur Puncak 2

Senin, 20 September 2021 | 09:50 WIB

36 Tahun Terus Macet, Bogor-Cianjur Butuh Jalur Puncak 2

Sabtu, 18 September 2021 | 13:28 WIB

Kaum Disabilitas Cianjur Terima Bantuan Kemensos

Jumat, 17 September 2021 | 21:37 WIB

Pejabat Disdikbud Cianjur Datangi Gedung KPK, Ada Apa?

Jumat, 17 September 2021 | 17:09 WIB

Teks Amanat Galunggung dan Maknanya yang Harus Dijaga

Jumat, 17 September 2021 | 15:53 WIB
X