Kasus Covid-19 di Jabar Didominasi Daerah Padat

- Senin, 26 Juli 2021 | 07:21 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil mengatakan kebanyakan kasus Covid-19 yang tinggi berada di daerah padat.

Dilansir dari Republika.co.id, ia menjelaskan, di Bogor, Depok, dan Bekasi keterisian rumah sakit tertinggi di antara daerah lain di Jawa Barat. Keterisian rumah sakit di tiga daerah tersebut mencapai 72,47%. Sementara, Jawa Barat ke arah timur atau Cirebon jumlah kasus Covid-19 semakin sedikit.

"Ini menunjukkan Covid-19 lebih suka ke daerah-daerah yang padat," kata Ridwan, dalam kegiatan silaturahmi virtual bersama Menkopolhukamm dan Menteri Agama, Ahad, 25 Juli 2021.

Saat ini, angka kesembuhan di Jawa Barat sebanyak 75,43 persen, sementara angka kepatuhan juga di atas 86 persen. Tingkat kematian di Jawa Barat di bawah angka kematian nasional.

Namun, terdapat enam daerah yang tingkat kematiannya tinggi yakni Karawang, Kabupaten Tasikmalaya, Kota Tasikmalaya, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Garut, dan Kota Sukabumi. Terkait hl ini, Ridwan berharap alim ulama setempat senantiasa berdoa dan memberikan dukungan untuk pencegahan Covid-19.

Ia menegaskan, saat ini pihaknya telah menurunkan polisi, tentara, satpol PP, yang melaporkan setiap hari menggunakan telepon selular. Aparat juga diminta untuk bersifat tegas namun tidak arogan kepada masyarakat.

Beberapa waktu lalu sempat viral aparat yang berlaku kasar kepada masyarakat pelanggar protokol kesehatan, bahkan didenda cukup tinggi. Ridwan menjelaskan, sebenarnya tahapan-tahapan sebelum masyarakat dikenai denda.

"Sebenarnya itu harus kita sempurnakan prosesnya. Karena yang pertama itu kalau ada masyarakat melanggar harus ada teguran lisan, kalau hari ini masih keukeuh, hukuman sosial, diumumkan publik, baru yang namanya denda. Jadi sudah saya ingatkan terus, jangan dikit-dikit melakukan denda. Apalagi kepada mereka yang nafkahnya itu harian," kata dia lagi.

Disiplin Prokes di Masjid

Sementara itu, perwakilan dari Perwakilan Wilayah Syarikat Islam (PW SI) Jawa Barat, Nandang Koswara memgatakan sinergi antara pemerintah dan alim ulama memang perlu terus bersinergi menangani Covid-19. Saat ini, di lapangan para alim ulama tidak henti-hentinya untuk memberikan arahan kepada ummat.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

36 Tahun Terus Macet, Bogor-Cianjur Butuh Jalur Puncak 2

Sabtu, 18 September 2021 | 13:28 WIB

Kaum Disabilitas Cianjur Terima Bantuan Kemensos

Jumat, 17 September 2021 | 21:37 WIB

Pejabat Disdikbud Cianjur Datangi Gedung KPK, Ada Apa?

Jumat, 17 September 2021 | 17:09 WIB

Teks Amanat Galunggung dan Maknanya yang Harus Dijaga

Jumat, 17 September 2021 | 15:53 WIB

Kapolres: Cianjur Rawan Geng Motor

Kamis, 16 September 2021 | 16:12 WIB
X