Petani Milenial Dilatih Budidaya Burung Puyuh

- Kamis, 22 Juli 2021 | 14:55 WIB
Petani Milenial Ternak Puyuh Magang di Sukabumi.
Petani Milenial Ternak Puyuh Magang di Sukabumi.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat (Jabar) Ridwan Kamil akhirnya meluncurkan program Petani Milenial Burung Puyuh (PMBP) secara virtual di Gedung Pakuan, Kamis, 22 Juli 2021. Setidaknya ada lima PMBP pada tahap I yang akan membudidayakan masing-masing 2.000 ekor burung puyuh.

Dilansir dari Republika.co.id, dalam acara tersebut, dilakukan sejumlah penandatanganan kerja sama mengenai kegiatan pembudidaya burung puyuh dan penyerahan simbolis KUR. Di antaranya, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar dengan PT Agro Jabar, PT Agro Jabar dengan PT STM, dan penyerahan KUR secara simbolis dari bank bjb kepada lima PMBP tahap I.

Ridwan Kamil mengapresiasi peluncuran program petani milenial burung puyuh karena akan menjadi solusi pada masa depan untuk budidaya pangan di sektor peternakan.

"Program Petani Milenial akan menjadi unggulan Jabar dan solusi di masa depan untuk budidaya pangan yang bersifat peternakan, khususnya budidaya burung puyuh di Jabar. Saya apresiasi, tapi saya titipkan statistik di kemudian hari harus meningkat dari satuan, puluhan, ratusan, dan jutaan," ujar Ridwan Kamil yang akrab disapa Emil.

"Kuncinya adalah data. Good data good decision. Dengan data, kita bisa mengambil keputusan. No data no decision, makanya datanya dicari. Jadi sekarang cari data di manakah sumber-sumber kebutuhan offtaker, keliling ke provinsi-provinsi," imbuhnya.

Emil juga mengajak kepada para anak-anak muda yang menjadi petani milenial untuk rajin mempromosikan kegiatan dan produknya di media sosial dan e-commerce. Agar, bisa menjadi penyemangat kepada generasi milenial lainnya.

"Tunjukkan kepada teman-temannya, rajin-rajin sharing di Tik Tok, rajin sharing di Instagram lagi mungut si telur puyuh atau gimana menyemangati bahwa bisa hidup di desa dengan rezeki kota, dengan digital commerce bisa bisnis mendunia," katanya.

Sementara menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jabar, Jafar Ismail, dari hasil seleksi sebanyak 30 peserta dinyatakan lolos. Kemudian, diambil 5 orang untuk mengikuti pelatihan tahap awal.

Burung puyuh ini, kata dia, cukup potensial. Karena, Di Jabar kebutuhannya mencapai 13 juta telur. Namun, yang baru terpenuhi baru 3 juta. "Jadi, masih banyak peluang," katanya.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Pemerintah Pusat Didorong Segera Bangun Jalur Puncak 2

Senin, 20 September 2021 | 09:50 WIB

36 Tahun Terus Macet, Bogor-Cianjur Butuh Jalur Puncak 2

Sabtu, 18 September 2021 | 13:28 WIB

Kaum Disabilitas Cianjur Terima Bantuan Kemensos

Jumat, 17 September 2021 | 21:37 WIB

Pejabat Disdikbud Cianjur Datangi Gedung KPK, Ada Apa?

Jumat, 17 September 2021 | 17:09 WIB

Teks Amanat Galunggung dan Maknanya yang Harus Dijaga

Jumat, 17 September 2021 | 15:53 WIB
X