225 Angkot di Kota Bogor Bakal Diganti oleh 75 Bus

- Kamis, 22 Juli 2021 | 14:48 WIB
Ilustrasi--Angkot
Ilustrasi--Angkot

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Sebanyak 225 angkutan kota (Angkot) yang beroperasi di wilayah Kota Bogor, dipastikan akan hilang dan berganti 75 bus berukuran tiga per empat.

Hal tersebut pasca tercapainya perjanjian kerjasama, antara Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) dengan Pemerintah Kota Bogor, tentang Penyelenggaraan Pengoperasian Angkutan Umum Perkotaan dengan Skema Pembelian Layanan atau Buy The Service (BTS) di Kota Bogor.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor Eko Prabowo mengatakan, program BTS tersebut nantinya akan merubah 3 angkot menjadi 1 bus berukuran ¾, yang nantinya bakal beroperasi di enam koridor trayek angkot yang ada di Kota Bogor.

Menurut Eko, program ini sangat baik dalam konteks penataan transportasi di Kota Bogor. Bahkan program tersebut sesuai dengan Perda Kota Bogor, yakni mewujudkan program konversi 3:1 (tiga angkot menjadi satu bus).

“Program ini sesuai koridor yang ada harus menyesuaikan dengan aturan main di kami, yaitu busnya ada berapa, akan menghilangkan angkot. Kalau busnya ada 75 unit berarti angkot yang akan berkurang 225 unit,” katanya, Kamis 22 Juli 2021.

Sementara itu, Plt Direktur Angkutan BPTJ Saptandri Widiyanto mengatakan, BPTJ dan Kemenhub mengucapkan terimakasih atas peran serta dukungan dari Pemkot Bogor dalam pelaksanaan layanan angkutan umum dengan mekanisme BTS.

“Penandatanganan perjanjian kerjasama ini merupakan implementasi serta legal basic dari pelaksanaan BTS. Ini merupakan salah satu program dari Kemenhub dan sudah berjalan di kota-kota lain. Sedangkan untuk BPTJ ini merupakan program yang pertama,” ungkap Saptandri.

BTS di Kota Bogor, kata Saptandri, merupakan pilot project yang diharapkan dapat diikuti oleh kota-kota lain se-Jabodetabek.

“Kota Bogor menjadi pilot project dari kota-kota yang lain di Jabodetabek yang dikemas dengan mekanisme BTS. Pada waktu itu skema ini kita berharap bisa berjalan di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Namun dalam perjalannya, yang merespon dan memberikan tanggapan positif artinya langsung action adalah Kota Bogor. Sedangkan Kabupaten belum memenuhi persyaratan formil,” jelasnya.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

UID-Gajah Tunggal Teruskan Sentra Vaksinasi di Karawang

Kamis, 23 September 2021 | 13:09 WIB

22 Persen Pengguna Narkoba Cianjur Didominasi Pelajar

Rabu, 22 September 2021 | 21:24 WIB

Bupati Yakin Cianjur Sudah Layak PPKM Level 1

Rabu, 22 September 2021 | 18:06 WIB

Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Empat Orang Tewas

Rabu, 22 September 2021 | 11:40 WIB
X