Jalan Ditutup, Anak-Anak di Kota Tasik Asik Main Bola

- Rabu, 21 Juli 2021 | 20:23 WIB
Anak-anak bermain sepak bola di Jalan KH. Zenal Mustofa yang ditutup selama PPKM darurat, Rabu, 21 Juli 2021.
Anak-anak bermain sepak bola di Jalan KH. Zenal Mustofa yang ditutup selama PPKM darurat, Rabu, 21 Juli 2021.

TASIKMALYA, AYOBANDUNG.COM -- Sejumlah anak-anak nampak asik bermain bola di Jalan KH. Zenal Mustofa Kota Tasikmalaya yang ditutup Satuan Tugas (Satgas) penanganan Covid-19 Kota Tasikmalaya guna menghindari kerumunan, Rabu, 21 Juli 2021 sore.

Rupanya anak-anak yang bermain bola di jalan tersebut bukan kali ini saja, tapi sudah beberapa hari setiap sore mereka asik berolahraga.

Ketua tim penegakan dan penertiban Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya Mayor Infanteri Chandra Suhendar mengatakan, pihaknya sudah beberapa kali membubarkan anak-anak yang bermain bola dan melakukan aktivitas olahraga di Jalan KH.Zenal Mustofa.

"Kita sudah bubarkan dan ingatkan agar tidak olahraga di situ (Jalan KH Zenal Mustofa). Namun, masyarakat datang lagi datang lagi," ujar Chandra, Rabu, 21 Juli 2021.

Menurutnya, penutupan akses Jalan KH. Zenal Mustofa sengaja dilakukan sebagai upaya untuk mencegah adanya kerumunan di pusat kota dengan harapan bisa menekan laju penyebaran Covid-19.

"Kita harus sabar dalam menghadapi masyarakat. Masyarakat juga harus sabar dengan kondisi saat ini. Ini kan untuk mencegah penyebaran Covid-19. Jadi semuanya harus turut berperan," ucapnya.

Ia menuturkan, kalau hanya tim penanganan Covid-19 yang bekerja dengan patroli untuk melakukan pengawasan tentunya tidak akan tertangani karena memang petugas yang terbatas. Masyarakat harus ikut andil dalam melakukan pengawasan dan menyadari dengan situasi pandemi Covid-19 yang belum juga usai.

"Sering kita bubarin yang berkerumun termasuk anak-anak yang bermain bola di jalan. Saya harap orang tua juga turut mengawasi agar anak-anaknya tidak berkerumun karena bermain bola juga ada kontak fisik," kata dia.

Chandra menambahkan, dengan terbatasnya petugas yang melakukan pengawasan terhadap aktivitas masyarakat tentunya tidak akan mampu mengawasi satu kota. Sehingga peran serta semua kalangan masyarakat sangat dibutuhkan dalam penanganan pandemi Covid-19 ini.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

X