Dipenjara 3 Hari karena Langgar PPKM Darurat, Begini Pesan Pemilik Kafe 

- Minggu, 18 Juli 2021 | 13:30 WIB
Asep Lutfi Suparman (23) keluar dari Lapas Klas IIB Tasikmalaya sesuai menjalani kurungan 3 hari karena melanggar PPKM Darurat, Minggu, 18 Juli 2021.
Asep Lutfi Suparman (23) keluar dari Lapas Klas IIB Tasikmalaya sesuai menjalani kurungan 3 hari karena melanggar PPKM Darurat, Minggu, 18 Juli 2021.

TAWANG, AYOBANDUNG.COM —  Merasakan hidup selama 3 hari di dalam Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) menjadi pengalaman tersendiri bagi pemilik kafe Look Up Asep Lutfi Suparman (23) warga Kelurahan Tuguraja, Kecamatan Cihideung, Kota Tasikmalaya.

Kendati cuma 3 hari di dalam sel tahanan, Asep mengaku mendapat pelajaran yang berharga. Ia merasakan bagaimana hidup terkungkung di dalam kurungan untuk mempertanggungjawabkan kesalahannya melanggar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Seusai menjalani hukuman selama 3 hari di Lapas Klas IIB Tasikmalaya, Minggu, 18 Juli 2021 pagi, Asep dijemput orang tua dan adik laki-lakinya.

"Saya berpesan kepada semua untuk ikuti peraturan pemerintah jangan seperti saya. Selalu disiplin menerapkan protokol kesehatan, dan berharap pandemi ini segera berakhir," ujar Asep setelah bebas dari Lapas.

Selama di dalam lapas, pemuda 23 tahun tersebut mengaku diperlakukan dengan baik. Ia menempati sel khusus yang berada di bagian depan area kamar tahanan. Ia menyebut setelah masuk ke lapas dirinya sempat dibawa ke sel belakang disatukan dengan tahanan lain. Namun, lantaran di dalam sudah penuh sehingga dirinya kemudian ditempatkan di sel depan.

"Cuma 5 menit di sel belakang lalu dibawa ke sel depan. Diperlakukan baik tidak seperti yang dipandang  dari sebelah mata bagaimana di dalam lapas. Orang-orang di dalam baik-baik," ucapnya.

Seusai keluar dari lapas, Asep berencana berjualan kembali meneruskan usaha kafenya di rumah. Asep mengaku, jika memang ada uang untuk membayar denda, dirinya akan mmebayar, tapi lantaran tidak memiliki uang sehingga memilih dikurung selama 3 hari sesuai dengan putusan hakim saat sidang tindak pidana ringan (tipiring) pelanggaran PPKM Darurat, Selasa, 13 Juli 2021.

"Orang tua juga mau bayar denda, tapi saya gak mau merepotkan sehingga memilih 3 hari dikurung," kata dia. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Kasus Narkotika Mendominasi Sidang di PN Cianjur

Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Susur Sungai, Belasan Siswa MTs Tewas Terbawa Arus

Jumat, 15 Oktober 2021 | 22:01 WIB

Pencuri Helm Berkeliaran di Kompleks Pemkab Cianjur

Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:40 WIB
X