Ruang Isolasi Dimbah, Ridwan Kamil Imbau Masyarakat Perkuat Prokes

- Jumat, 16 Juli 2021 | 17:50 WIB
Petugas medis beraktivitas di Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 Secapa AD, Jalan Hegarmanah, Kota Bandung, Selasa (12/1/2021). Pemerintah Jawa Barat bersama TNI AD menyiapkan barak Secapa AD menjadi RS Darurat Covid-19 yang mampu menampung sekitar 180 pasien Covid-19 kategori ringan dan 32 tenaga medis serta diharapkan mampu menjadi RS rujukan di Jawa Barat mengingat tingkat keterisian ruang isolasi pasien Covid-19 telah mencapai 77,87 persen.
Petugas medis beraktivitas di Rumah Sakit (RS) Darurat Covid-19 Secapa AD, Jalan Hegarmanah, Kota Bandung, Selasa (12/1/2021). Pemerintah Jawa Barat bersama TNI AD menyiapkan barak Secapa AD menjadi RS Darurat Covid-19 yang mampu menampung sekitar 180 pasien Covid-19 kategori ringan dan 32 tenaga medis serta diharapkan mampu menjadi RS rujukan di Jawa Barat mengingat tingkat keterisian ruang isolasi pasien Covid-19 telah mencapai 77,87 persen.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Bed Occupancy Rate (BOR) atau tingkat keterisian rumah sakit rujukan COVID-19 di Jawa Barat (Jabar) mengalami penurunan sejak Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat diterapkan pada 3 Juli 2021. Hal tersebut terjadi karena adanya penambahan ruang -ruang isolasi bagi pasien COVID-19. 

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Jabar per Rabu 14 Juli 2021, BOR rumah sakit rujukan COVID-19 di Jabar sebesar 83,32 persen. Sedangkan BOR rumah sakit pada Jumat 9 Juli 2021 mencapai 87,87 persen. 

Gubernur Jabar Ridwan Kamil mengatakan, penurunan BOR tidak lepas dari upaya yang dilakukan semua pihak. Setidaknya, ada tiga strategi yang diambil Pemda Provinsi Jabar dalam menekan BOR rumah sakit rujukan COVID-19. 

"Pertama adalah pemanfaatan ruang isolasi desa supaya yang OTG dan gejala ringan tidak perlu ke rumah sakit. Kedua, menaikkan tempat tidur untuk COVID-19 dari jatah pasien umum," kata Ridwan Kamil, Jumat 16 Juli 2021. 

Strategi yang ketiga, adalah memindahkan pasien COVID-19 yang mau sembuh setelah mendapatkan penanganan dan perawatan di rumah sakit ke pusat pemulihan, seperti hotel dan gedung negara. 

"Keterisian rumah sakit untuk pasien COVID-19 Jawa Barat, hari demi hari, menurun ke 83 persen dari puncaknya sempat 90,6 persen," ungkapnya.

Ridwan Kamil pun mengimbau kepada masyarakat Jabar untuk terus memperkuat kedisiplinan penerapan protokol kesehatan (prokes) 5M. Kedisiplinan masyarakat menerapkan prokes amat penting untuk mencegah penularan COVID-19. 

"Harus bisa seperti sebelum Lebaran, di mana keterisian RS COVID-19 bisa di bawah 30 persen. Kuncinya jaga prokes, karena prokes ibarat kita pake helm untuk kurangi potensi kecelakaan lalu lintas," katanya. 
 

Editor: Nur Khansa Ranawati

Tags

Terkini

Butuh Waktu Lama untuk Menyelesaikan Banjir Bekasi

Rabu, 5 Oktober 2022 | 19:35 WIB

4 Fakta Gugatan Cerai Anne Ratna Mustika ke Dedi Mulyadi

Jumat, 30 September 2022 | 14:04 WIB

Petani di Cianjur Hilang Misterius di Lapang Bola

Rabu, 28 September 2022 | 18:26 WIB
X