Kemerdekaan Pers Jaga Kondusifitas di Jabar

- Kamis, 15 Juli 2021 | 06:51 WIB
Ilustrasi -- Pers
Ilustrasi -- Pers

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Provinsi Jawa Barat menempati peringkat kedua dalam penilaian Indeks Kemerdekaan Pers (IKP) 2021. Capaian ini sangat signifikan di tengah pandemi COVID-19 yang berdampak pada semua lini kehidupan.

Secara urutan peringkat, Kepulauan Riau menduduki peringkat pertama dengan nilai 83,30, disusul Jabar dengan nilai 82,66, dan ketiga Kalimantan Timur dengan nilai 82,27.

Bagaimana tidak, nilai indeks di tahun 2021 ini melesat jauh dibading dengan indeks tahun 2020 lalu. Pada 2020, Jabar berada di posisi 29 dengan nilai 75,54 poin.

Penambahan poin sebesar 7,12 membuat Jabar naik drastis di peringkat dua tingkat nasional. Sementara rerata nilai indeks IKP nasional sendiri sebesar 77,70.

Menurut Kepala Dinas Kominfo Jabar Setiaji, pers berperan besar dalam mendorong partisipasi masyarakat serta menjaga kondusivitas di Jabar.

Peran pers dalam pemerintahan sangat besar, baik dalam mewartakan agenda pemerintahan ataupun memberikan kritik membangun terhadap kebijakan Pemda Provinsi Jabar.

“Teman-teman pers secara konsisten telah mewartakan kerja pemerintah, memberi dukungan dan memberikan masukan serta kritik yang “nano nano rasanya” (kritik baik maupun kritik pedas),” katanya kepada insan pers.

Kata Setiaji, pandemi Covid-19 telah melemahkan semua aspek kehidupan. Pemda Provinsi Jabar sangat membutuhkan kehadiran pers dengan perspektif jernih, aktif melawan misinformasi, disinformasi, hoaks, serta ujaran kebencian.

"Saya melihat kemerdekaan yang dimiliki pers di Jabar  bisa membantu pemerintah menciptakan masyarakat yang sehat, dalam arti cerdas mencerna informasi tentang COVID-19, termasuk di dalamnya bagaimana upaya pemulihan ekonomi," sebutnya.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Kasus Narkotika Mendominasi Sidang di PN Cianjur

Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:00 WIB
X