Satgas Covid-19 Kota Tasik Masih Temukan Perusahaan Tak Terapkan 50 Persen WFH

- Rabu, 14 Juli 2021 | 19:45 WIB
Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya sidak ke perusahaan esensial lembaga pembiayaan di Jalan RE. Marthadinata, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Rabu, 14 Juli 2021. (Istimewa).
Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya sidak ke perusahaan esensial lembaga pembiayaan di Jalan RE. Marthadinata, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, Rabu, 14 Juli 2021. (Istimewa).

CIPEDES, AYOTASIK.COM — Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Tasikmalaya melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap para pelaku usaha dan perusahaan dalam penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat, Rabu, 14 Juli 2021. 

Salah satu perusahaan yang disidak adalah sebuah perusahaan pembiayan yang berada di Jalan RE. Marthadinata, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya.

Sidak dilakukan langsung oleh 2 wakil Satgas Covid-19 Kota Tasikmalaya yakni Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol. Inf. Ary Sutrisno dan Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan bersama tim penindak dan penertiban PPKM Darurat.

"Tadi kami mencoba mendatangi suatu perusahaan yang masuk dalam sektor esensial, karena memang perusahaan tersebut lembaga pembiayaan yang masih diberikan kesempatan oleh pemerintah untuk buka dengan pembatasan karyawan 50 persen work from home (WFH)," ujar Dandim 0612 Tasikmalaya Letkol. Inf. Ary Sutrisno.

"Kami melihat penafsiran 50 persen WFH ini tidak dapat dijabarkan dengan baik oleh pihak perusahaan, sehingga kami memberikan instruksi untuk mengatur ulang operasional, sehingga mobilitas karyawan ini bisa diminimalisir," sambungnya.

Menurutnya, pemberlakuan 50 persen WFH tidak dilaksanakan dengan baik, sehingga banyak karyawan yang masuk kantor dan tidak bekerja secara WFH sesuai dengan aturan dalam PPKM. Darurat yang telah dikeluarkan pemerintah.

"Rencana akan ditindak lanjuti. Nanti ada satgas tipiringnya yang akan menindaklanjuti hasil temuan tadi di lapangan," ucapnya.

Ia menuturkan, hasil peninjauan di lapangan tadi sekiranya menjadi perhatian bagi semua perusahaan esensial untuk melaksanakan PPKM Darurat dengan baik dan benar di antaranya memberlakukan WFH 50 persen, sehingga sebagian karyawannya bekerja di rumah dan mengurangi mobilitas.

"Tentunya ini bisa memberikan peringatan dan imbauanjuga kepada perusahaan-perusahaan yang lain untuk tetap mengikuti anjuran pemerintah demi keselamatan masyarakat termasuk keselamatan para karyawan," kata dia. [*]

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

36 Tahun Terus Macet, Bogor-Cianjur Butuh Jalur Puncak 2

Sabtu, 18 September 2021 | 13:28 WIB

Kaum Disabilitas Cianjur Terima Bantuan Kemensos

Jumat, 17 September 2021 | 21:37 WIB

Pejabat Disdikbud Cianjur Datangi Gedung KPK, Ada Apa?

Jumat, 17 September 2021 | 17:09 WIB

Teks Amanat Galunggung dan Maknanya yang Harus Dijaga

Jumat, 17 September 2021 | 15:53 WIB

Kapolres: Cianjur Rawan Geng Motor

Kamis, 16 September 2021 | 16:12 WIB
X