Libur Jualan karena Tertekan, Tukang Bubur Didenda Rp5 Juta Pulang Kampung

- Jumat, 9 Juli 2021 | 21:10 WIB
Sawa Hidayat (kedua dari kiri) saat bersama keluarganya di rumahnya di Kampung Cibangkerong, RT 05, RW 02, Desa Mekar Mulya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jumat, 9 Juli 2021.
Sawa Hidayat (kedua dari kiri) saat bersama keluarganya di rumahnya di Kampung Cibangkerong, RT 05, RW 02, Desa Mekar Mulya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, Jumat, 9 Juli 2021.

GARUT, AYOBANDUNG.COM — Sawa Hidayat (28), tukang bubur yang viral lantaran didenda Rp5 juta subside 5 hari kurungan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Tasikmalaya, , kini tidak berjualan dan memilih pulang ke kampung halamannya di Kampung Cibangkerong, RT 05, RW 02, Desa Mekar Mulya, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut

Ia terkena hukuman cukup berat itu karena dianggap melanggar pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Darurat.

Sejak Kamis, 8 Juli 2021, Sawa sudah tidak berjualan dan memilih libur berjualan selama pelaksanaan PPKM Darurat. Ia pulang kampung bersama saudaranya untuk menenangkan diri. 

“Usai sidang dan membayar denda Rp5 juta ke kejaksaan, saya sempat jualan dulu sehari. Saya pulang kampung untuk menenangkan diri,” ujar Sawa kepada, pada Jumat, 9 Juli 2021.

Ia menuturkan, pada saat berjualan usai didenda Rp5 juta, dirinya merasa tidak tenang meski dipersilahkan berjualan asal bubur buatannya tidak dimakan di tempat oleh pembeli. 

Kendati sudah memasang pengumunan untuk tidak makan di tempat, tetapi dirinya tetap tidak tenang sehingga bersama keluarga sepakat untuk tidak berjualan dulu selama PPKM Darurat hingga tanggal 20 Juli 2021.

“Ya sekarang mah istirahat dulu selama PPKM Darurat,” ucapnya.

Ia menuturkan, saat ini dirinya hanya berdiam diri saja di rumah bersama keluarga karena memang tidak memiliki kegiatan lain selain berjualan bubur ayam di Kota Tasikmalaya, tepatnya di Simpang 4 Jalan Gunung Sabeulah, Kelurahan Tawangsari, Kecamatan Tawang. 

Sawa menyebut, dirinya lebih memilih membayar denda Rp5 juta ketimbang dikurung 5 hari karena takut dimarahi orang tua dan kasihan terhadap anak istri yang merasa sedih.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

X