Batu Api, Perpustakaan Legendaris di Jatinangor

- Sabtu, 19 Juni 2021 | 06:36 WIB
Perpustakaan Batu Api di Jalan Raya Jatinangor No.142. (Ayobandung.com/Uray Arulsyah Muhammad/magang)
Perpustakaan Batu Api di Jalan Raya Jatinangor No.142. (Ayobandung.com/Uray Arulsyah Muhammad/magang)

JATINANGOR, AYOBANDUNG.COM -- Sudah 22 tahun perpustakaan Batu Api berdiri di Jatinangor. Lokasinya yang strategis di tengah lingkungan pendidikan, membuat perpustkaan ini tak pernah sepi dan selalu ramai dikunjungi oleh mahasiswa.

Saat berkunjung masuk ke dalam perpustakaan, berbagai aktivitas pasti banyak terjadi, seorang mahasiswa yang sedang membaca buku, lain mahasiswa yang sedang mencari referensi untuk skripsinya, hingga sang pustakawan dan mahasiswa lainnya yang sedang berdiskusi membahas sebuah isu.

Seluruh kegiatan tersebut tentu bukan hal yang biasa terjadi setiap harinya. Bahkan sejak pandemi pun perpustakaan ini masih ramai dikunjungi oleh mahasiswa setempat.

"Di sini mah tiap hari pasti ada kegiatan, walaupun sekadar datang baca buka atau sewa buka pasti ada aja,” jelas seorang pustakawan Anton (46), kepada Ayobandung.com, Rabu, 16 Juni 2021.

-
Batu Api, Perpustakaan Legendaris di Jatinangor (Ayobandung.com/Uray Arulsyah Muhammad/magang)

Di dalam perpustakaan yang tidak begitu besar ini, hampir 10.000 buku terkoleksi di dalamnya. Selain itu, majalah, koran, kaset atau cd musik, bahkan film pun ada di dalam raknya.

Menurutnya, seluruh koleksi dan pengetahuan yang ada di dalam perpustakaan Batu Api ini menjadi bentuk dukungan untuk meningkatkan literasi bagi mahasiswa atau masyarakat yang datang kemari.

Tak hanya itu, selain sebagai tempat berkunjung untuk menambah literasi pun, sebelum pandemi perpustakaan Batu Api ini sering mengadakan acara untuk membahas atau membedah sebuah buku atau isu, dan tentunya mahasiswa selalu antusias dengan setiap kegiatannya.

Perpustakaan ini berada di Jalan Raya Jatinangor No. 142. Namun yang uniknya, sang pemilik atau sang pustakawan mengubah nama alamatnya menjadi Jalan Pramoedya Ananta Toer No. 142. Alasannya sederhana, karena sang pustakawan kagum terhadap sosok Pramoedya Ananta Toer, serta lengkapnya koleksi tulisan karya Pramoedya Ananta Toer di perpustakaan ini. (Uray Arulsyah Muhammad)

Editor: Eneng Reni Nuraisyah Jamil

Tags

Terkini

Petani di Cianjur Hilang Misterius di Lapang Bola

Rabu, 28 September 2022 | 18:26 WIB

Ibu Gantung Diri di Cianjur Saat Anak Bungsu Minta Susu

Senin, 26 September 2022 | 20:27 WIB

Ridwan Kamil Diyakini Akan Tetap Melaju Jadi RI 1

Senin, 26 September 2022 | 20:15 WIB
X