Masih Ada Pabrik Obat Terlarang di Kota Tasikmalaya, Walkot Tak Menyangka

- Minggu, 13 Juni 2021 | 16:50 WIB
Plt Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf, Minggu, 13 Juni 2021.
Plt Wali Kota Tasikmalaya Muhammad Yusuf, Minggu, 13 Juni 2021.

CIHIDEUNG, AYOBANDUNG.COM — Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Tasikmalaya, Muhammad Yusuf, sangat mengapresiasi kinerja kepolisian dan BNN yang berhasil mengungkap pabrik pembuatan obat terlarang di Kota Tasikmalaya

Yusuf tidak menyangka jika di Kota Tasikmalaya masih ada pabrik pembuatan obat terlarang, karena memang sebelumnya hal serupa juga terjadi di daerah Kawalu, Kota Tasikmalaya, di mana sebuah pabrik sumpit dijadikan pabrik pembuatan pil PCC.

“Kalau buat saya mah itu suatu kebanggaan aparat berwenang bisa mengungkap pabrik obat terlarang di Kota Tasikmalaya. Kita tidak menyangka di Kota Tasikmalaya yang dulu sudah pernah ada penggerebekan pabrik obat terlarang, sekarang muncul lagi dengan alasan pembuatan paracetamol dengan obat penenang,” ujar Yusuf, Minggu, 13 Juni 2021.

Menurutnya, obat penenang boleh digunakan tetapi harus dengan resep dokter. Jika digunakan sembarangan untuk umum justru termasuk penyalahgunaan. 

Penyalahgunaan psikotropika memang harus diberantas, kalau memang penggunaannya tidak memenuhi standar kesehatan.

“Saya salut terhadap yang telah dilakukan oleh BNN dari Kota Tasikmalaya, BNN Jawa Barat, dan pihak kepolisian. Yang penting semua diberantaslah karena memang pemainnya tidak akan hilang kalau mereka sudah kecanduan. Ketika ada pemasok berarti ada pengguna, ada pengedar. Nah, itu harus diberantas,” ucapnya.

Yusuf menilai, apa yang telah dilakukan aparat kepolisian dan BNN merupakan suatu prestasi yang baik. Ia berharap, prestasi tersebut menjadi pemicu meningkatnya status polresta menjadi polrestabes. Secara otomatis instansi yang lain seperti kodim juga statusnya akan naik dan komandannya juga pangkatnya akan naik. Polrestabes nanti bisa dipimpin oleh kombes dan kodim oleh kolonel, karena memang tingkat korem juga sudah ada yang dijabat oleh jenderal bintang satu.

“Ini prestasi yang bagus. Mudah-mudahan ini menjadi pemicu juga akan merubah status kota menjadi kota metropolitan,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, 2 rumah kontrakan di Blok A nomor 3 dan A nomor 5 di Perumahan Bumi Resik Indah, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kota Tasikmalaya, yang digerebek petugas gabungan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Ditresnarkoba Polda Jabar, BNN Kota Tasikmalaya, dan Satnarkoba Polres Tasikmalaya Kota, ternyata memproduksi 2 jenis obat yakni jenis YY dan LL yang merupakan obat terlarang.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

4 Fakta Gugatan Cerai Anne Ratna Mustika ke Dedi Mulyadi

Jumat, 30 September 2022 | 14:04 WIB

Petani di Cianjur Hilang Misterius di Lapang Bola

Rabu, 28 September 2022 | 18:26 WIB

Ibu Gantung Diri di Cianjur Saat Anak Bungsu Minta Susu

Senin, 26 September 2022 | 20:27 WIB

Ridwan Kamil Diyakini Akan Tetap Melaju Jadi RI 1

Senin, 26 September 2022 | 20:15 WIB
X