Menelisik Kesederhanaan Warga Kampung Naga Tasikmalaya

- Sabtu, 12 Juni 2021 | 16:17 WIB
Kampung Naga Tasikmalaya
Kampung Naga Tasikmalaya

SALAWU, AYOTASIK.COM - Tenang, damai dan sejuk, itulah yang akan dirasakan saat anda mengunjungi objek wisata Kampung Naga yang terletak di Desa Neglasari, Kacematan Salawu, Kabupaten Tasikmalaya. 

Ketenangan, kedamaian dan kesejukan itu lantaran suasana pemandangan kampung naga yang masih asri, udara yang sejuk karena dikelilingi pepohonan dan damai jauh dari hiruk pikuk perkotaan. 

Ketika mengunjungi Kampung Naga, kita bisa mempelajari banyak hal. Seperti bagaimana mereka hidup berdampingan dengan alam, menjaga dan melestarikan alam. Yang tidak kalah pentingnya yakni, bagaimana mereka menjalani hidup secara sederhana ditengah gempuran modernisasi.

Kesederhaan dalam menjalani hidup dapat dilihat dari kondisi rumah warga kampung naga. Keseluruhan rumah dan bangunan, berbahan kayu dan bambu. Atapnya menggunakan ijuk yang sangat tebal. 

Bukan hanya dari bentuk bangunan rumah, kesederhaan itu terlihat dari kondisi didalam rumah. Setiap rumah di Kampung Naga tidak memiliki perabotan seperti kursi, meja, tempat tidur, maupun perabotan rumah tangga lainnya.

Keperluan memasak, warga Kampung Naga masih menggunakan tungku dengan bahan kayu bakar.  Bahkan warga, tidak menggunakan listrik. Meski secara materi warga mampu untuk membangun rumah bertembok atau membeli perabotan, tapi hal itu tidak dilakukan.

Ketua Himpunan Pramuwisata Kampung Naga (Himpana) Ucu Suherlan mengatakan,  kebiasanaan warga mempertahankan kesederhanaan sudah terbentuk sejak lama dan diwariskan secara  turun temurun itu.

"Sehingga menjadi aturan yang tidak tertulis bagi warga dalam menjalani kehidupan sehari-hari," ucap Ucu, Sabtu (12/6/2021).

Warga Kampung Naga, kata Ucu, berprofesi sebagai petani. Hasil pertanian yang dihasilkan antara lain padi dan pisang. Warga juga memanfaatkan kolam ikan yang ada.

Bahkan ada juga warga yang menggeluti  kerajinan seperti hihid, boboko, tolombong, aseupan, tempat tisu, hiasan lampu dan tempat sampah.

"Mereka jajakan didepan rumah, untuk ditawarkan kepada wisatawan. " ujar Ucu.

Halaman:

Editor: Nur Khansa Ranawati

Tags

Terkini

BumDes Subang Borong Penghargaan bjb Bungah

Selasa, 7 Desember 2021 | 05:34 WIB

Cianjur Kekurangan Ratusan Guru dan Nakes

Senin, 29 November 2021 | 19:35 WIB

4 Tuntutan Lengkap Demo Buruh di Gedung Sate

Senin, 29 November 2021 | 15:30 WIB

Ketua PWI Jabar Hadiri Konferensi Wilayah PWI Karawang

Sabtu, 27 November 2021 | 18:34 WIB
X