Ini Alasan Pelaku Upload Video Porno Siswi SMP ke Medsos

- Kamis, 3 Juni 2021 | 19:56 WIB
Ilustrasi - Video Porno.
Ilustrasi - Video Porno.

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM - Terduga pengunggah video porno siswi SMP ke media sosial (medsos) di Tasikmalaya telah diamankan Polres Tasikmalaya Kota, Rabu, 2 Juni 2021. Pria berinisial AL (25) tersebut ditangkap di rumahnya di wilayah Tasikmalaya Utara.

Dengan telah diamankannya terduga pelaku pengunggah video porno berdurasi 17 menit tersebut, Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto mengatakan, pihaknya sangat mengapresiasi respon dari pihak kepolisian yang telah bertindak cepat mengamankan terduga pelaku.

“Kami sangat mengapresiasi Polres Tasikmalaya Kota yang responnya sangat cepat dengan mengamankan terduga pelaku pengunggah video porno siswi SMP ke media sosial (medsos) sehingga tidak terjadi gejolak di lingkungan tempat tinggal terduga pelaku,” ujar Ato, Kamis, 3 Juni 2021.

Ia mengaku telah bertemu dengan terduga pelaku dan sempat mengorek keterangan mengenai alasannya mengunggah video tersebut ke media sosial. Menurutnya,dari beberapa pendalaman dan komunikasi dengan terduga pelaku, kasus penyebaran video porno tersebut dipicu dari beberapa kekesalan terduga pelaku terhadap orang tua korban.

“Pengakuan terduga pelaku kepada kami bahwa yang bersangkutan telah berpacaran selama 2 tahun, tapi tidak mendapat restu dari orang tua korban karena memang rentan usia dari ke 2 nya yang begitu jauh. Korban saat ini berusia 16 tahun sedangkan terduga pelaku berusia 25 tahun,” ucapnya.

Ato menjelaskan, terduga pelaku yang sehari-hari bekerja serabutan tersebut mengaku jika dirinya mendapatkan penghinaan karena kondisi perekonomiannya hingga penganiayaan dari orang tua korban agar menjauhi korban yang telah dipacarinya selama lebih kurang 2 tahun.

Ia mengatakan, terduga pelaku juga tidak diberikan akses untuk bertemu dan berkomunikasi dengan korban, sehingga terduga pelaku melakukan ancaman untuk menyebarluaskan video-video yang direkamnya melalui video call ke media sosial.

“Atas dasar kekecewaan itu dia mengupload ke media facabook juga menyebarkan melalui WA teman-temannya,” kata Ato.

Ia menambahkan, pria lulusan SMP tersebut tidak mengetahui jika perbuatannya akan berdampak risiko hukum. Dari beberapa kasus yang menyebarkan video asusila ke media sosial rata-rata karena memang pelaku tidak mengetahui terhadap risiko hukumnya. “Ini yang memang harus diedukasi. Karena memang sejauh ini tidak banyak yang tahu jika perbuatan mengupload konten porno ke media sosial memiliki dampak risiko hukum,” ujarnya.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Kasus Narkotika Mendominasi Sidang di PN Cianjur

Selasa, 19 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Susur Sungai, Belasan Siswa MTs Tewas Terbawa Arus

Jumat, 15 Oktober 2021 | 22:01 WIB

Pencuri Helm Berkeliaran di Kompleks Pemkab Cianjur

Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:40 WIB
X