Penganiayaan Ajengan, NU Kota Tasik Minta Nahdiyin Sabar

- Rabu, 2 Juni 2021 | 21:45 WIB
Ketua PC NU Kota Tasikmalaya KH. Ate Musodik (duduk dikursi roda) saat bertemu dengan pihak Polres Tasikmalaya Kota di rumahnya di Cilendek, Rabu, 2 Juni 2021.
Ketua PC NU Kota Tasikmalaya KH. Ate Musodik (duduk dikursi roda) saat bertemu dengan pihak Polres Tasikmalaya Kota di rumahnya di Cilendek, Rabu, 2 Juni 2021.

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM - Kasus dugaan penganiayaan terhadap salah seorang ajengan muda yang juga aktivis Nahdlatul Ulama Tasikmalaya oleh sekelompok orang di Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya pada Selasa, 1 Juni 2021, menuai aksi unjukrasa dari sesama aktivis di Kota Tasikmalaya.

Massa aksi mengecam aksi dugaan premanisme tersebut dengan berorasi dan membakar ban bekas di Jalan dr. Soekardjo tepatnya di depan Sekretariat Pimpinan Cabang NU Kota Tasikmalaya.

Terkait kasus dugaan penganiayaan dan aksi unjuk rasa tersebut, Ketua PC NU Kota Tasikmalaya KH. Ate Musodik angkat bicara. Menurutnya kasus dugaan penganiayaan dan tindak kekerasan yang dialami oleh salah seorang ajengan muda yang juga aktivis NU di Karangjaya, Kabupaten Tasikmalaya, bukanlah persoalan organisasi NU maupun badan otonomnya seperti PMII dan Ansor.

"Yang jelas ini bukan urusan NU, PMII, kiayi, tapi itu urusan pribadi yang bersangkutan dengan masyarakat. Kasus ini serahkan saja sepenuhnya ke pihak kepolisian untuk mengusutnya sebagai aparat penegak hukum sesuai tupoksinya," ujar Ate, Rabu, 2 Juni 2021.

Ia menuturkan, warga nahdiyin jangan bertindak sewenang-wenang karena ini negara hukum. Semuanya harus berpikir dewasa dalam menyikapi setiap persoalan. Masyarakat harus kondusif jangan mudah diadudombakan.

"Masalahnya serahkan saja ke polisi dan proses hukumnya harus secepatnya supaya persoalan ini lebih terbuka. Untuk selanjutnya silahkan pak polisi diselesaikan seadil-adilnya. Saya percaya kepada polisi," ucapnya.

Ia meminta rekan-rekan PMII, ansor, dan NU untuk sama-sama menjaga negara ini tetap kondusif. Pemerintah saat ini lagi mengurusi Covid-19 dan cukup cape, apalagi untuk pemulihan ekonomi, pendidikan, serta banyak masalah bangsa yang perlu dipecahkan bersama-sama.

"Kita jangan direcoki oleh persoalan yang sepele dan jangan dianggap besar. Masalah pribadi jangan dibawa-bawa ke ranah organisasi apalagi NU. Saya juga mohon maaf atas aksi demo yang dilakukan ade-ade dari PMII," kata dia.

Sementara itu, Kapolres Tasikmalaya Kota AKBP Doni Hermawan mengatakan, pihaknya telah menerima laporan dugaan penganiayaan tersebut dan saat ini masih dalam penyelidikan.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Ribuan Siswa SD Tidak Bisa Login Simulasi ANBK

Selasa, 26 Oktober 2021 | 21:07 WIB
X