Pabrik Tahu Cibuntu Tasikmalaya Ikut Berhenti Beroperasi

- Sabtu, 29 Mei 2021 | 12:10 WIB
Pabrik tahu NR Cibuntu milik Ahmad Rianto yang menutup produksinya pada Sabtu ini.
Pabrik tahu NR Cibuntu milik Ahmad Rianto yang menutup produksinya pada Sabtu ini.

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Sebagai bentuk protes atas kenaikan harga kacang kedelai yang mencapai Rp11.000 per kilogram, sejumlah pabrik tahu di Kecamatan Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya mogok produksi.

Salah satunya pabrik tahu NR Cibuntu di Desa Sukamulya, Kecamatan Singaparna yang menghentikan produksi selama dua hari yakni Sabtu dan Minggu.

"Kita mengikuti langkah dari teman teman perajin tahu lain yang mogok produksi. Kami sekitar dua hari dengan besok mogoknya," ucap Ahmad Rianto (52), Sabtu, 29 Mei 2021.

Dampak dari mogok produksi, keberadaan tahu dan tempe di pasar Singaparna sulit ditemukan. Dari pantauan Ayotasik.com, tahu menjadi barang langka di Pasar Singaparna.

Salah seorang pedagang di Pasar Singaparna Mahmudi (40) mengatakan, hari ini para tidak ada pedagang tahu yang berjualan, karena pabrik-pabrik di kawasan Singaparna menutup produksi mereka.

"Iya tidak ada (yang berjualan), karena tahunya tidak ada. Kan pabrik semuanya tutup hari ini. Jadi tidak ada pedagang tahu," ujar Mahmudi.

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Jawa Barat Diklaim Sudah Bebas dari Zona Oranye

Jumat, 24 September 2021 | 22:27 WIB

UID-Gajah Tunggal Teruskan Sentra Vaksinasi di Karawang

Kamis, 23 September 2021 | 13:09 WIB

22 Persen Pengguna Narkoba Cianjur Didominasi Pelajar

Rabu, 22 September 2021 | 21:24 WIB

Bupati Yakin Cianjur Sudah Layak PPKM Level 1

Rabu, 22 September 2021 | 18:06 WIB

Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Empat Orang Tewas

Rabu, 22 September 2021 | 11:40 WIB
X