Kronologi dan Asal-usul Sebutan 'Aliran Sesat Rambut Merah'

- Jumat, 21 Mei 2021 | 15:10 WIB
Aparat desa didampingi BPD, Babinkamtibmas, dan Babinsa memberikan pembinaan pada sembilan anggota alirat sesat rambut merah
Aparat desa didampingi BPD, Babinkamtibmas, dan Babinsa memberikan pembinaan pada sembilan anggota alirat sesat rambut merah

CIANJUR, AYOBANDUNG.COM — Keberadaan kelompok yang disebut Aliran Sesat Rambut Merah, di Kampung Ciroyom, Desa Bojong, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, ramai dibicarakan oleh warga.

Beruntung, sebelum warga "beraksi", MUI dan aparat Desa Bojong langsung bereaksi. Tindakan pengamanan ini berujung pada tobat semua anggota kelompok itu, dengan mengucapkan dua kalimat Syahadat dan membuat pernyataan bermaterai, pada Jumat 21 Mei 2021.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, keberadaan kelompok aliran sesat ini sudah mulai diketahui oleh massa pada saat bulan puasa kemarin. Kenapa disebut Aliran Sesat Rambut Merah? Karena semua anggotanya mewarnai merah rambutnya.

Seorang narasumber, tokoh masyarakat setempat yang meminta namanya tidak disebutkan mengatakan, pada saat semua umat muslim menjalankan ibadah puasa bulan Ramadan, para anggota aliran sesat tersebut kedapatan makan, minum dan merokok pada siang hari.

Sikap mereka terlihat janggal, padahal beberapa anggotanya dikenal sangat paham tentang agama Islam, bahkan ada lulusan tahfiz juga pengelola masjid di lingkungan tersebut.

“Pada waktu itu saya heran, kenapa mereka makan, minum, dan merokok di siang hari pada saat bulan puasa. Lalu ditanya kenapa tidak puasa? Jawabannya enteng, cukup niat puasa aja, bisa makan dan minum kapan saja,” tutur narasumber pada wartawan.

Narasumber sempat berdebat dengan mereka, lalu anggota lain mengatakan bahwa umat Muslim itu tidak perlu solat wajib, cukup niat saja. Bahkan, para anggota Aliran Sesat Rambut Merah ini tidak melaksanakan Salat Jumat.

“Mereka itu tidak Salat Jumat, karena digantikan dengan semedi atau menyendiri di Gunung Mananggel,” katanya.

Atas dasar itulah, tokoh masyarakat melaporkan pada aparat desa setempat mengenai kelompok yang diduga aliran sesat karena tidak sesuai dengan ajaran agama Islam.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Jawa Barat Diklaim Sudah Bebas dari Zona Oranye

Jumat, 24 September 2021 | 22:27 WIB

UID-Gajah Tunggal Teruskan Sentra Vaksinasi di Karawang

Kamis, 23 September 2021 | 13:09 WIB

22 Persen Pengguna Narkoba Cianjur Didominasi Pelajar

Rabu, 22 September 2021 | 21:24 WIB

Bupati Yakin Cianjur Sudah Layak PPKM Level 1

Rabu, 22 September 2021 | 18:06 WIB

Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Empat Orang Tewas

Rabu, 22 September 2021 | 11:40 WIB
X