Mulai Ramai, AKAP dan AKDP dari Terminal Singaparna Melewati Jalur Bandung

- Selasa, 18 Mei 2021 | 13:15 WIB
Di terminal Singaparna, angkutan AKAP dan AKDP mulai ramai melayani penumpang dengan berbagai tujuan.
Di terminal Singaparna, angkutan AKAP dan AKDP mulai ramai melayani penumpang dengan berbagai tujuan.

SINGAPARNA, AYOBANDUNG.COM — Angkutan Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) kembali beroperasi pasca-larangan mudik pada Lebaran 2021.

Di terminal Singaparna, misalnya, angkutan AKAP dan AKDP mulai ramai melayani penumpang dengan berbagai tujuan.

Koordinator Terminal Singaparna, Suhendar mengatakan, mulai beroperasinya AKAP dan AKDP itu lantaran tidak ada perpanjangan atau perubahan Permen No. 13 tahun 2021 yang melarang AKAP dan AKDP beroperasi selama tanggal 5-17 Mei 2021.

"Sekarang tanggal 18 Mei 2021 masyarakat sudah bisa terlayani lagi bepergian ke daerah Jakarta, Bogor, Sukabumi, dan sekitarnya,” kata Suhendar, Selasa (18 Mei 2021).

Secara teknis, semua tujuan perjalanan dari Terminal Singaparna ke berbagai daerah itu akan melewati jalur Bandung.

Situasi itu bertepatan dengan aturan baru penggunaan jalan layang di dekat Tol Cileunyi, Kabupaten Bandung, yang mulai digunakan sejak hari ini, Selasa, 18 Mei 2021.

Ditambahkan Suhendar, penumpang yang hendak ke luar kota cukup banyak. Hingga pukul 11.00 WIB saja, setidaknya sudah berangkat sebanyak 4 unit kendaraan AKAP dan 25 unit kendaraan AKDP.

“Yang meramaikannya Primajasa, karena per  menit, ada atau tidak ada penumpang, mereka harus jalan,” lanjut Suhendar.

Terkait dengan pemeriksaan penumpang, lanjut Suhendar, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukannya. Pihaknya tidak bisa melakukan pengecekan surat hasil rapid, rapid antigen, bahkan PCR.

"Kita tidak lakukan pemeriksaan. Karena nanti adanya di pos-pos penyekatan, seperti di rest area,” ungkap Suhendar.

Namun, sosialisasi tentang Protokol Kesehatan (Prokes) tetap diberikan kepada penumpang seperti menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan dengan sabun atau handsanitizer.

Menjaga jarak juga bukan hanya di terminal. Suhendar menekan kondektur dan awak angkutan agar menata penumpangnya di dalam bus, supaya menjaga jarak.

“Caranya dengan membatasi jumlah penumpang, maksimal 60 persen saja. Misalnya, bus dengan kapasitas 60 orang penumpang paling diisi oleh 34 orang,” ucap Suhendar. [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Puluhan Ormas Berkumpul di Mapolres Cianjur, Ada Apa?

Selasa, 28 September 2021 | 09:53 WIB

Isak Tangis Warnai Pemakaman Korban Bentrokan Ormas

Senin, 27 September 2021 | 21:33 WIB

Longsor Terjang Rumah Warga di Galeong Tasikmalaya

Senin, 27 September 2021 | 15:08 WIB

Kantin Sekolah di Cianjur Dilarang Buka, Ini Alasannya

Senin, 27 September 2021 | 12:12 WIB

Jawa Barat Diklaim Sudah Bebas dari Zona Oranye

Jumat, 24 September 2021 | 22:27 WIB
X