Larangan Mudik Dinilai Merugikan Para Sopir Angkutan Umum

- Senin, 29 Maret 2021 | 20:00 WIB
Suasana Terminal Bus Indihiang Kota Tasikmalaya, Senin (29/3/2021)
Suasana Terminal Bus Indihiang Kota Tasikmalaya, Senin (29/3/2021)

INDIHIANG, AYOBANDUNG.COM — Kebijakan Pemerintah Pusat mengenai larangan mudik lebaran tahun 2021 dikeluhkan para awak angkutan umum di Kota Tasikmalaya.

Pasalnya, sebelum kebijakan tersebut awak angkutan sudah dirugikan dengan adanya pembatasan dampak dari pandemi Covid-19.

Agus Kurniawan, salah seorang sopir bus mengatakan, dengan adanya larangan mudik sangat  merugikan para sopir angkutan.

"Selama ini juga kami rugi dengan adanya pembatasan jumlah penumpang, apalagi kalau mudik dilarang," ujar Agus, Senin (29/3/2021).

Para sopir angkutan umum meminta pemerintah mencabut kebijakan larangan mudik, pasalnya mudik lebaran merupakan momen yang ditunggu-tunggu. Bahkan mudik lebaran dijadikan sumber celengan setahun sekali.

"Keinginan kami para sopir, larangan mudik dibatalkan," ucapnya.

Ia menuturkan, bila larangan mudik akan diberlakukan pada mudik lebaran tahun ini, dirinya lebih baik beralih profesi karena jika dipaksakan harus tetap setoran ke pemilik bus sedangkan penumpang juga dibatasi.

"Alih profesi, mungkin akan dagang," tuturnya.

Ia meminta pemerintah seharusnya lebih memperhatikan masyarakat bawah seperti para sopir angkutan umum, karena kebijakan tersebut sangat merugikan. Kalau pun iya, para sopir dan pekerja lainnya mendapatkan kompensasi yang terimbas kebijakan larangan mudik.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Cianjur Kekurangan Ratusan Guru dan Nakes

Senin, 29 November 2021 | 19:35 WIB

4 Tuntutan Lengkap Demo Buruh di Gedung Sate

Senin, 29 November 2021 | 15:30 WIB

Ketua PWI Jabar Hadiri Konferensi Wilayah PWI Karawang

Sabtu, 27 November 2021 | 18:34 WIB

72 Kepala Sekolah SMP Cianjur Dirotasi

Jumat, 26 November 2021 | 12:29 WIB
X