Wabup Tasikmalaya Curhat Ke Ganjar Pranowo

- Jumat, 12 Maret 2021 | 19:02 WIB
Wakil Bupati Tasikmalaya Deni Rhamdani Sagara menemui seniornya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Wakil Bupati Tasikmalaya Deni Rhamdani Sagara menemui seniornya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Wakil Bupati Tasikmalaya Deni Rhamdani Sagara menemui seniornya yang juga sesama alumni Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, yang  menjabat Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo di Semarang, Rabu (10/3/2021) malam.

Deni yang sepanjang sejarah di Indonesia menjabat wakil kepala daerah paling singkat selama 42 hari, curhat mengenai bagaimana cara mengurus rakyat miskin meski hanya memiliki kesempatan kurang dari dua bulan sebagai wakil bupati.

"Saya mengobrol lama dengan senior saya di UGM dan kita bergabung di keluarga alumni Gadjah Mada (Kagama) Indonesia. Saya curhat bagaimana cara mengurus rakyat miskin dan memanfaatkan jabatan saya yang singkat ini agar benar-benar dirasakan oleh masyarakat," ujar Deni kepada wartawan melalui sambungan telepon, Jumat (12/3/2021).

Menurutnya, dalam obrolan santai di rumah Ganjar, dirinya mengemukakan tentang kondisi sebagaian masyarakat Kabupaten Tasikmalaya yang sampai sekarang masih kesulitan ekonomi. Padahal, alokasi anggaran bantuan kemiskinan tiap tahunnya sangat banyak tapi tak mampu dirasakan langsung masyarakat.

Temuan tersebut dikatakan Deni ditemukan langsung saat dirinya menginap di rumah warga di perkampungan terpencil untuk mengisi waktu selama 42 hari menjabat sebagai wakil bupati.

"Saya sampaikan juga ke Pak Ganjar bahwa di Tasikmalaya ternyata masih ada keluarga yang makan hanya dengan garam setiap harinya. Dan paling mewah itu lauknya goreng tempe atau tahu. Bahkan ada pula yang sampai 3 hari tidak makan nasi lantaran tak memiliki uang untuk membeli beras, padahal lokasi sekitarnya pertanian," ucapnya.

Ia menuturkan, dengan kondisi tersebut pihaknya meminta saran dan solusi yang bisa ia lakukan di Kabupaten Tasikmalaya.

"Pak Ganjar mengatakan kepada saya, salah satu solusinya itu yaitu sebagai pimpinan daerah harus mengumpulkan semua kepala dinas dan instansi lainnya hingga ke kepala desa, dan mengintruksikan supaya melaporkan jika ada temuan warga miskin ke pimpinan daerah," tuturnya.

"Menurut Pak Ganjar, laporan dari kadis, camat hingga kades, nantinya akan menjadi data sehingga memudahkan untuk menggulirkan program pengentasan kemiskinan," kata dia.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Ketua PWI Jabar Hadiri Konferensi Wilayah PWI Karawang

Sabtu, 27 November 2021 | 18:34 WIB

72 Kepala Sekolah SMP Cianjur Dirotasi

Jumat, 26 November 2021 | 12:29 WIB

Buruh Cianjur Lumpuhkan Jalan Raya Bandung

Selasa, 23 November 2021 | 11:35 WIB

Adakah WNA di Cianjur Bermasalah? Ini Kata Imigrasi

Senin, 22 November 2021 | 19:57 WIB
X