Meski Pandemi, Pamijahan Tetap Ramai Didatangi Peziarah

- Jumat, 12 Maret 2021 | 13:54 WIB
Goa Pamijahan di Kabupaten Tasikmalaya.
Goa Pamijahan di Kabupaten Tasikmalaya.

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM -- Objek wisata religi Pamijahan di Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya, kerap dikunjungi para peziarah dari berbagai daerah. Bukan hanya dari wilayah Tasikmalaya, peziarah bahkan datang dari berbagai wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Pandemi Covid-19, tidak mengurungkan niat pengunjung untuk berziarah ke makam ulama besar penyebar Islam yakni Syeikh Abdul Muhyi tersebut. Tentunya dengan menerapkan protokol kesehatan yang cukup ketat.

Dilaporkan Ayotasik.com, Pamijahan tidak terlepas dari sosok Syeikh Abdul Muhyi saat melakukan pengembaraan. Di usia  27 tahun, ia beserta teman sepondok dibawa oleh gurunya yakni Syeikh Abdul Rouf bin Abdul Jabar menunaikan ibadah haji.

Saat di Baitullah, gurunya itu mendapatkan ilham yang menyebut bahwa salah satu santrinya ada yang akan mendapatkan pangkat kewalian.

Dalam ilham itu dinyatakan, apabila sudah tampak tanda-tanda, maka Syeikh Abdul Rauf harus menyuruh santrinya itu pulang dan mencari gua di Jawa bagian barat untuk bermukim di sana.

Suatu saat sekitar waktu asar di Masjidil Haram tiba-tiba ada cahaya yang langsung menuju Syeikh Abdul Muhyi dan hal itu diketahui oleh gurunya sebagai tanda-tanda tersebut.

Syeikh Abdur Rauf pun membawa mereka pulang ke Kuala atau Aceh saat ini, pada1677 M. Sesampainya di Kuala, Syeikh Abdul Muhyi diminta pulang ke Gresik untuk minta restu dari kedua orang tua karena telah diberi tugas oleh gurunya untuk mencari gua dan harus menetap di sana.

Sebelum berangkat mencari gua, Syeikh Abdul Muhyi dinikahkan oleh orang tuanya dengan “Ayu Bakta”, putri dari Sembah Dalem Sacaparana.

Setelah pernikahan, ia bersama istrinya berangkat ke arah barat dan sampailah di daerah yang bernama Darma Kuningan. Atas permintaan penduduk setempat Syeikh Abdul Muhyi menetap di Darmo Kuningan selama 7 tahun terhitung dari 1678 hingga 1685 M.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

X