Jadi Zona Merah Satu-satunya di Jabar, Pemkot Cirebon Luncurkan Aplikasi Pintar

- Sabtu, 20 Februari 2021 | 08:38 WIB
Zona Merah Satu-satunya di Jabar, Pemkot Cirebon Luncurkan Aplikasi Pintar.
Zona Merah Satu-satunya di Jabar, Pemkot Cirebon Luncurkan Aplikasi Pintar.

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Pemkot Cirebon meluncurkan sebuah aplikasi untuk memantau perkembangan nyata kasus Covid-19 pada kluster keluarga. Kluster ini menjadi penyumbang terbesar tingginya kasus di Kota Cirebon.

Pekan ini, Kota Cirebon menjadi satu-satunya zona merah atau risiko tinggi kasus Covid-19 di Jawa Barat. Setidaknya 11 kelurahan dari total 22 kelurahan masuk zona merah.

Sekretaris Daerah Kota Cirebon, Agus Mulyadi mengakui, diperlukan penanganan yang difokuskan secara mikro. Karenanya, belakangan, otoritas setempat mulai mengalihkan konsentrasi pada kecamatan dan kelurahan, sampai tingkat RW dan RT.

"Kluster keluarga sampai kini jadi yang tertinggi di Kota Cirebon. Maka, kami mengefektifkan penanganan di tingkat mikro, mulai kecamatan sampai RT," katanya.

Salah satu inovasi yang dilakukan pihaknya berupa pembuatan aplikasi Jaga Warga melalui smartphone. Aplikasi ini memungkinkan warga mengetahui kondisi nyata (real time) penyebaran Covid-19 di Kota Cirebon.

"Secara real time, warga bisa melihatnya pada website Pikocir, kelurahan mana di Kota Cirebon yang tinggi kasusnya," jelasnya.

Aplikasi ini diklaim sebagai bagian dari upaya pihaknya untuk terus menyosialisasikan dan mengedukasi warga, terutama pada kluster rumah tangga sebagai kluster terbesar sebaran Covid-19.

Aplikasi Jaga Warga dioperasikan oleh ketua atau pengurus RT untuk lebih mengetahui kondisi warganya. Dia mengklaim penggunaan aplikasi ini terhitung mudah.

"Bimtek (bimbingan teknis) bagi (operator) tingkat kelurahan sudah dilakukan, nanti mungkin akan dilakukan secara bertahap karena tetap harus perhatikan protokol kesehatan (prokes)," ujarnya.

Hasil bimtek tingkat kelurahan selanjutnya akan disosialisasikan kepada pengurus RW hingga RT. Pihaknya berharap, aplikasi ini dapat membantu melihat dan mendudukkan persoalan, terutama pada kluster-kluster terbesar di Kota Cirebon, salah satunya keluarga.

Selain aplikasi, penanganan di tingkat mikro juga dilakukan melalui pendirian pos jaga di tingkat kecamatan hingga RT. Untuk ini, pihaknya akan berkolaborasi dengan TNI dan Polri.

Label zona merah bagi Kota Cirebon sendiri dinilai pihaknya sebagai bagian dari dinamika di tengah pandemi. Sebelum ini, Kota Cirebon pun pernah berada di zona merah, salah satunya pada akhir Januari 2021.

Namun begitu, Kota Cirebon pernah pula berada dalam zona kuning (risiko rendah) akhir 2020. Pada pekan ke-2 Januari 2021, Kota Cirebon masuk zona oranye (risiko sedang).

"Kemudian Kota Cirebon 2 pekan berturut-turut rendah (zona kuning). Artinya penetapan zona kasus itu dinamis, Kota Cirebon masih fluktuatif tergantung perkembangan," tuturnya.

Kondisi itu antara lain dipengaruhi penambahan kasus Covid-19, ketersediaan sarana prasarana pelayanan kesehatan, jumlah tes/pemeriksaan, sampai positive rate yang dihasilkan dari tes tersebut.

Selain di tingkat mikro, upaya lain yang telah dilakukan Pemkot Cirebon berupa penerapan PPKM maupun PSBB. Kebijakan ini antara lain pembatasan waktu operasional tempat-tempat usaha, penegakan prokes melalui operasi yustisi, hingga penguatan sosialisasi dan edukasi bagi masyarakat.

"Saat ini pun Kota Cirebon masih dalam masa PSBB tahap 2," cetusnya.

Kebijakan lain berupa pemberlakuan karantina terpusat, hingga penambahan fasilitas kesehatan di rumah sakit rujukan milik pemerintah maupun swasta.

Dia meyakinkan, Pemkot Cirebon telah berupaya optimal. Di luar itu, dia kembali meminta masyarakat tak kendor menerapkan prokes melalui 5M, masing-masing mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan membatasi mobilitas/perjalanan.

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

UID-Gajah Tunggal Teruskan Sentra Vaksinasi di Karawang

Kamis, 23 September 2021 | 13:09 WIB

22 Persen Pengguna Narkoba Cianjur Didominasi Pelajar

Rabu, 22 September 2021 | 21:24 WIB

Bupati Yakin Cianjur Sudah Layak PPKM Level 1

Rabu, 22 September 2021 | 18:06 WIB

Kecelakaan Maut di Tol Cipali, Empat Orang Tewas

Rabu, 22 September 2021 | 11:40 WIB

Warga Cianjur bakal Bisa Bayar Pajak Kendaraan ke BUMDes

Selasa, 21 September 2021 | 21:39 WIB

Kini Giliran Kabel PJU Cianjur Kota Digasak Maling

Selasa, 21 September 2021 | 14:27 WIB
X