Cerita Petugas Pemakaman Covid-19 di Tasikmalaya, Makamkan 8 Jenazah Sehari

- Rabu, 20 Januari 2021 | 18:46 WIB
Petugas pemakaman jenazah positif Covid-19
Petugas pemakaman jenazah positif Covid-19

TASIKMALAYA, AYOBANDUNG.COM --  Pemakaman jenazah yang terkonfirmasi positif Covid-19 bukanlah perkara yang mudah. Para petugas harus benar-benar paham akan protokol Covid-19 dalam pelaksanaan pemakaman agar aman bagi petugas, masyarakat, dan lingkungan.

Di Kota Tasikmalaya, petugas pemakaman jenazah Covid-19 merupakan gabungan dari sejumlah pegawai dari beberapa instansi, seperti dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dinas Perawaskim, dan Dinas Kesehatan.

"Kami tim pemakaman jenazah selalu berkoordinasi dengan pihak rumah sakit di mana pasien tersebut di rawat sebelum dimakamkan," ujar Manajer Pusdalops BPBD Kota Tasikmalaya, Harisman, Rabu (20/1/2021).

Menurut Harisman, pihaknya juga memastikan terlebih dahulu jenazah yang akan dimakamkan itu benar-benar aman dengan dilakukan pemulasaraan sesuai dengan protokol Covid-19.

Seusai mendapat laporan pasien yang meninggal, pihaknya berkoordinasi dengan semua tim yang terlibat baik dari dinas perawaskim, dinas kesehatan, BPBD termasuk TNI Polri.

"Kami lalukan terlebih dahulu penyemprotan sebelum dimakamkan dan jalur yang dilintasi jenazah. Lokasi pemakaman juga dilakukan disinfeksisasi sebelum pihak keluarga melakukan doa di makam," ucapnya.

Ia menuturkan, data yang diterima dan yang sudah dimakamkan sudah lebih dari 90 jenazah. Orang meninggal tidak semua dari yang terkonfirmasi positif Covid-19. Ada juga yang probabel yang nambah dan memiliki komorbid atau riwayat penyakit cukup berat.

"Pernah melakukan pemakaman selama 1 kali 24 jam itu sebanyak 8 orang. Kalau dirata-ratakan ada 2 orang yang meninggal per hari dalam beberapa minggu ini," ucapnya.

Ia menyebut, suka duka selama menjalankan tugas memakamkan jenazah terkonfirmasi positif Covid-19 cukup banyak. Salah satunya soal akses jalan ke lokasi pemakaman khsusus Covid-19 di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Aisya Rasida di Tamansari. Jika turun hujan jalanan becek dan licin.

"Alhamdulillah setelah kami laporkan kepada pimpinan, jalan tersebut menimal dalam proses pemakaman tidak menyulitkan tim. Karena di situ jalunya cukup becek kalau hujan. Kami  harus bergiliran dan ambulan pun harus ditarik seling karena jalanan licin," ungkapnya.

Ia mengatakan, beberapa pihak keluarga juga ada yang meminta di pemakaman lingkungannya. Di situ kami harus memastikan semua warga paham sehingga tidak ada penolakan pemakaman.

Pihaknya juga pernah melakukan pemakaman di wilayah Mangkubumi di mana harus menempuh jalur pesawahan yang cukup jauh sekira 300 meter. Sehingga kami berupaya dengan teman-teman berusaha melaksanakan pemakaman dengan baik agar tidak sampai jatuh ke sawah.

"Jadi sepanjang 300 meter itu jenazah ditandu dengan bambu oleh beberapa orang karena lokasi pemakaman tidak masuk ambulans," ujarnya.

Ia menambahkan, hal yang harus dipahami oleh warga bahwa apabila jenazah sudah dipulasara dengan protokol Covid-19 itu aman. "Kami terus mengedukasi masyarakat agar tidak terlalu dekat ke lokasi pemakaman sebelum pelaksanaan pemakaman selesai," pungkasnya.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya, total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Tasikmalaya hingga Rabu (20/1/2021) jumlahnya mencapai 2.762 kasus. Untuk kasus meninggal terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 61 kasus dan kasus meninggal propable sebanyak 34 kasus.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

Susur Sungai, Belasan Siswa MTs Tewas Terbawa Arus

Jumat, 15 Oktober 2021 | 22:01 WIB

Pencuri Helm Berkeliaran di Kompleks Pemkab Cianjur

Jumat, 15 Oktober 2021 | 21:40 WIB

Waduh, Pasangan Nikah Siri Didominasi Orang Kota

Rabu, 13 Oktober 2021 | 22:05 WIB

Bunga Bangkai Raksasa Tumbuh di Kebun Raya Cibodas

Rabu, 13 Oktober 2021 | 15:26 WIB
X