Tak Punya Surat Bebas Covid-19, Ribuan Kendaraan Gagal Masuk Puncak

- Sabtu, 2 Januari 2021 | 13:28 WIB
Polres Cianjur menggelar operasi yustisi dengan merazia surat keterangan rapid test antigen wisatawan, Minggu (27/12/2020).
Polres Cianjur menggelar operasi yustisi dengan merazia surat keterangan rapid test antigen wisatawan, Minggu (27/12/2020).

BOGOR, AYOBANDUNG.COM -- Ribuan kendaraan yang bergerak menuju kawasan Puncak diputarbalik oleh petugas gabungan TNI-Polri dan Satpol PP karena kedapatan tidak membawa surat hasil rapid test antigen.

Hal tersebut dilakukan sebagai salah satu cara mengurangi tingkat kunjungan wisata ke area Puncak di libur tahun baru 2021.

Kasatpol PP Kabupaten Bogor, Agus Ridho mengatakan jumlah kendaraan yang diputarbalik di masa liburan ini paling banyak pada malam tahun baru, yakni 31 Desember 2020.

Setidaknya, ada sekitar 1.380 kendaraan dari arah Jakarta diminta kembali ke daerah asalnya oleh petugas gabungan.

“Kalau berdasarkan data dengan kepolisian, pada saat malam tahun baru kurang lebih ada 1.380 kendaraan yang diputarbalik dari Pos Gadog,” ujar Agus kepada Republika.co.id, Sabtu (2/1).

Di waktu yang sama, lanjut Agus, sebanyak sekitar 550 kendaraan menuju kawasan Puncak dari arah Cianjur dan Bandung juga diputarbalik oleh petugas.

“Sementara itu di (Pos) Rindu Alam itu yg dari arah Cianjur arah Bandung, itu sekitar 550 yg diputarbalik,” lanjutnya.

Agus menjelaskan, sepanjang libur Natal dan tahun baru, dalam sehari rata-rata jumlah kendaraan yang diputar balik sebanyak 200 kendaraan. Kebanyakan, mereka diputarbalik karena tidak membawa surat hasil rapid test antigen.

Namun, jika ditotal jumlah kendaraan yang diminta untuk memutar balik paling banyak pada libur tahun baru, dibandingkan dengan libur Natal. “Iya, kan target kita sebetulnya libur tahun baru. Jadi banyak yang kita putar balik. Waktu itu Wakapolda kan juga turun,” kata Agus.

Halaman:

Editor: Andres Fatubun

Tags

Terkini

X