Audiensi dengan Ridwan Kamil, Buruh Desak UMK 2021 Naik

- Selasa, 10 November 2020 | 18:45 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

BANDUNG WETAN, AYOBANDUNG.COM -- Meski Gubernur Jawa Barat telah menetapkan bahwa Upah Minimum Provinsi (UMP) 2021 Jabar tidak naik, namun pihak buruh tetap mendesak agar setidaknya kenaikan dapat diterapkan pada Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK).

Hal tersebut dibahas dalam audiensi perwakilan buruh se-Jabar dengan Gubernur Jabar Ridwan Kamil di Gedung Sate Bandung, Senin (9/11/2020). Salah satu poin inti yang disampaikan adalah desakan agar kenaikan UMK di Jabar tahun depan tetap terlaksana.

"Audiensi hari ini kita sampaikan beberapa persoalan, pertama soal UMSK revisi Kota dan Kabupaten Bekasi, Bogor, juga Karawang yang sampai saat ini belum terbit. Lalu UMP kita minta tetap naik, walau sudah diterbitkan tidak naik, kita minta revisi. Kemudian terakhir mengenai UMK," ungkap Ketua umum Pimpinan Pusat FSP TSK SPSI Jabar, Roy Jinto Ferianto selepas audiensi.

Roy meminta agar pemerintah daerah dapat mengkaji ulang perhitungan rumusan kenaikan upah. Intinya agar upah dapat tetap naik meskipun saat ini Indonesia termasuk Jabar mengalami resesi ekonomi.

"Tadi kita sampaikan dalam PP 78 tahun 015 pasal 43 dan 44, di bab penjelasan itu untuk menghitung pertumbuhan ekonomi tidak di akhir," ungkapnya.

Ia mengatakan, pemerintah daerah harus dapat menghitung kenaikan upah berdasarkan pertumbuhan ekonomi secara year to year yang menurutnya adalah triwulan ketiga dan keempat tahun 2019 dan triwulan pertama dan kedua di 2020.

"Itu yang disebut YoY satu tahun. Kalau diambil terakhir triwulan ketiga memang minus. Tapi kan ada pertumbuhan di tahun sebelumnya, dan amanat PP 78 begitu. Di tiga triwulan ini, (triwulan) ketiga-keempat 2019 dan kesatu di 2020 itu plus semua, yang minus hanya di (mulai dari) kuartal kedua ini," paparnya.

Ia mengatakan, pandemi tidak dapat serta merta dijadikan patokan penetapan upah yang tidak naik tahun depan. Terkait besaran tuntutan buruh di Kota Bandung yang menginginkan kenaikan UMK sebesar 8%, ia mengatakan hal tersebut dapat dinegosiasikan terlebih dahulu.

"Jangan dilihat hari ini pandemi, di akhir minus 5. Kalau lihat minus di kuartal ketiga, kita tidak menghitung ke belakang yang plus-nya, ada pertumbuhan ekonomi di sana," ungkapnya.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

X