Ratusan Perusahaan di Jabar PHK Buruh Jadi Alasan UMP 2021 Tak Naik

- Senin, 2 November 2020 | 18:02 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil.

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menetapkan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jabar di 2021 tidak naik. Beberapa hal menjadi pertimbangan, salah satunya adalah banyaknya perusahaan di Jabar yang terdampak Covid-19.

Emil, sapaan Ridwan Kamil mengatakan, hingga saat ini setidaknya terdapat 2 ribu perusahaan di Jabar yang terdampak Covid-19. Sebanyak 500 di antaranya telah melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap para karyawannya.

"Walaupun ekonomi Jabar membaik, tapi ada 2 ribuan perusahaan di Jabar yang terdampak Covid-19. Hampir 500 perusahaan melakukan PHK," ungkap Emil dalam konferensi pers di Mapolda Jabar yang disiarkan secara daring, Senin (2/11/2020).

Ia mengatakan, mayoritas perusahaan di Jabar bergerak di bidang manufaktur dan jasa. Kedua sektor tersebut tergolong ke dalam sektor yang paling terpukul pandemi.

"Dari 100% (jumlah) industri manufaktur (di Indonesia), 60%-nya ngumpul di Jabar. Covid-19 paling parah kena ke manufaktur dan jasa," ungkapnya.

"Karena jumlahnya paling banyak se-Indonesia dan sektor paling besar (di Jabar), itulah kenapa UMP Jabar tidak dinaikkan. Kami mengkuti surat edaran dari Kementerian Tenaga Kerja," ungkapnya.

Emil mengatakan, kondisi yang dihadapi daerahnya berbeda dengan yang dihadapi provinsi lain, termasuk Jawa Tengah, dimana kepala daerahnya memutuskan untuk menaikkan UMP 2021. Ia menilai kenaikan UMP akan memberatkan industri yang hingga saat ini masih bertahan di Jabar.

"Jangan dibandingkan dengan provinsi lain yang industrinya sedikit dibanding Jabar. Paling banyak industri itu di Jabar dan Baten, kita paling terdampak. Jadi kalau upah dinaikkan lagi, kami khawatir, sudah 500 perusahaan yang PHK," ungkapnya.

Ia menilai, bila UMP Jabar dinaikkan di 2021, hal tersebut berpotensi memberatkan perusahaan. Sehingga, bukan tidak mungkin akan berdampak pada PHK karyawan yang lebih banyak.

Halaman:

Editor: Dadi Haryadi

Tags

Terkini

X