Lepas Status Zona Merah, Cirebon Longgarkan Aktivitas Publik

- Selasa, 27 Oktober 2020 | 09:39 WIB
Pedagang di Pasar Kanoman menanti pembeli.
Pedagang di Pasar Kanoman menanti pembeli.

CIREBON, AYOBANDUNG.COM -- Setelah Cirebon keluar dari zona merah, pemkot mencabut pembatasan aktivitas masyarakat lebih awal dari rencana semula. Namun, kebijakan itu terancam batal bila tak tercapai kesepakatan antara otoritas dengan para pelaku usaha.

Pembatasan aktivitas publik di Kota Cirebon dibatasi sejak 9 Oktober 2020, menyusul tingginya risiko penyebaran Covid-19 kala itu. Sedianya, pembatasan berlaku sampai 31 Oktober 2020.

Per hari ini, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengumumkan zona merah di Jabar hanyalah Kota Depok. Sepekan sebelumnya, Kota Cirebon dan Kota Bekasi berada dalam zona ini.

Pemkot Cirebon berencana mencabut pembatasan aktivitas mulai Selasa (27/10/2020). "Mulai besok (Selasa), pembatasan aktivitas masyarakat dicabut," kata Wali Kota Cirebon, Nashrudin Azis, Senin (26/10/2020).

Dengan begitu, aktivitas sosial dan perekonomian di Kota Cirebon berjalan normal. Namun sebelum itu, dia menghendaki adanya pertemuan antara Satgas Pengendalian Covid-19 dengan seluruh pelaku usaha di Kota Cirebon.

Azis menyatakan, satgas, yang diwakili dirinya, akan menandatangani kesepakatan bersama pelaku usaha. Pihaknya berharap para pelaku usaha menaruh atensi tinggi terhadap rencana pertemuan ini demi mencapai kesepakatan.

"Kami akan head to head (berhadapan) dengan pengusaha untuk menandatangani gentlemen's agreement (kesepakatan)," cetusnya.

Bila pertemuan itu diabaikan, Azis mengancam pencabutan pembatasan aktivitas publik dibatalkan. Dia pun menginstruksikan instansi teknis terkait, seperti Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Kecil Menengah maupun Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata, untuk menghadirkan pelaku usaha dan menandatangani kesepakatan.

Azis menerangkan, para pelaku usaha rencananya dilibatkan sebagai agen-agen dalam upaya peningkatan kedisiplinan protokol kesehatan di tempat usaha masing-masing. Metode ini sendiri mengadopsi kebijakan daerah lain, salah satunya Kota Bogor.

Halaman:

Editor: Fira Nursyabani

Tags

Terkini

Kaum Disabilitas Cianjur Terima Bantuan Kemensos

Jumat, 17 September 2021 | 21:37 WIB

Pejabat Disdikbud Cianjur Datangi Gedung KPK, Ada Apa?

Jumat, 17 September 2021 | 17:09 WIB

Teks Amanat Galunggung dan Maknanya yang Harus Dijaga

Jumat, 17 September 2021 | 15:53 WIB

Kapolres: Cianjur Rawan Geng Motor

Kamis, 16 September 2021 | 16:12 WIB

Ganjil Genap Jalur Puncak Kembali Diberlakukan Pekan ini

Kamis, 16 September 2021 | 12:36 WIB
X